SuaraJogja.id - Akselerasi literasi digital di Indonesia turut mendapat sumbangsih besar dari perkembangan media jejaring sosial. Salah satu akun Instagram yang kini menjadi tolok ukur serta basis informasi berimbang terkait gaya hidup dan adaptasi kebiasaan baru di era pandemi adalah akun @depepedia.
Dua sosok yang menginisiasinya adalah David Dwi Praharsa dan Stephen Santoso. Depepedia pada 2018 awalnya hanya merupakan buku harian perjalanan akun pribadi David di @daviddepe. Genap mengunggah banyak konten-konten terkurasi selama 4 tahun pada Januari 2022 ini, Depepedia saat ini telah memiliki
basis pengikut yang tumbuh secara organik hingga mencapai 75.000 lebih. Topik- topik menarik dan beragam serta kekinian berkorelasi dengan kehidupan banyak pembacanya, berhasil menangkap banyak atensi serta kolaborasi apik seperti CNN Indonesia, Porta by The Ambarrukmo hingga Kementrian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Republik Indonesia.
Momentum perayaan hari jadi Depepedia yang ke-4 di 22 Januari 2022 lalu bertempat di Pendopo Ajiyasa JNM Bloc kompleks Jogja National Museum, menjadi kulminasi serta kilas balik peran akun informatif dan edukatif ini. Konsisten mengusung kearifan lokal bangga budaya Indonesia, Depepedia menuangkan cinta negerinya melalui pengalaman yang memanjakan panca indera tamu undangan.
Tata meja makan malam terilhami sayap terbentang Garuda, musik pembuka dari Angklung Satria Malioboro, dekorasi kerajinan janur kuning dan kesan hutan tropis persembahan dari Excelsior Decoration, pengalaman berkelana rasa kuliner seluruh penjuru Nusantara dari Serasa by Nanduto, pemasangan patung Garuda Pancasila raksasa karya pematung nasional Edhi Sunarso, galang dana untuk Ibu- ibu Buruh Gendong di Yogyakarta bersama Kei Pottery, hingga penampilan kejutan dari kakak beradik penari muda berbakat berdarah Korea Selatan; Mohan Kalandara & Jivan Aruna dan karya pamungkas dari finalis Asia’s Got Talent yaitu Pragina Gong.
Salah satu momen yang menjadi pokok utama dalam malam bertajuk “Kelana Rasa” tersebut adalah bincang hangat bersama 5 pembicara yang mendapat dampak positif dengan adanya akun Instagram @depepedia, di antaranya; Managing Director The Ambarrukmo - Bapak Haris Susanto, pemilik & pengelola Ayam Geprek Bu Made – Ibu Made, pemilik persewaan mobil wisata Sumbayak Rent Car - Bapak Sandi, fotografer momen perjalanan & liburan - Kalvin HS dan salah satu pemeran Raminten Kabaret yaitu Ova Suzzaravina.
Kelima narasumber yang kini menjadi rekanan dekat David memberikan beberapa cerita menarik tentang upaya dan efek luar biasa semenjak diinformasikan ke publik oleh Depepedia.
“David pertama kali ke Tenda Biru (dikenal saat ini sebagai Ayam Geprek Bu Made) di tahun 2008. Semenjak saat itu mulai menjadi pelanggan dan adanya akun Depepedia menjadikan warung saya kebanjiran pesanan dari platform digital atau kunjungan langsung sambal, lalu meminta khusus sambel racikan Depepedia.” ungkap Ibu Made didampingi Pak Made di panggung HUT ke-4 Depepedia.
Senada dengan Bu Made, Bapak Sandi pemilik persewaan mobil wisata Sumbayak Rent Car juga turut memberikan testimoni dari dampak persewaan mobilnya dipublikasikan oleh David sebagai rekomendasi persewaan mobil yang unggul di Jogja, “Semenjak disebutkan dalam akun tersebut, pelanggan saya banyak sekali yang berkata mendapat rekomendasi dari akun Depepedia, hingga memesan salah satu sopir andalan saya di sini. Sungguh luar biasa memang akun Instagram ini.”
Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran Indonesia, Ralali Agent Siapkan Tenaga Kerja Andal dan Berkualitas
Acara syukuran makan malam bersama 85 tamu undangan serta pengikut akunnya pada 22 januari lalu juga menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh WHO dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Surat rekomendasi dari BNPB diterjemahkan ke dalam setiap runutan gelarannya, seperti berjarak 1,5 meter, mengambil lokasi acara di tempat bersirkulasi udara baik, wajib akan penggunaan masker, disinfektasi area sebelum acara dimulai, hingga seluruh tamunya disyaratkan telah vaksin lengkap 2 dosis dan seluruh hadirin wajib membawa hasil non-reaktif PCR atau Swab Antigen.
“Alhamdulillah di usia yang tergolong masih muda, Depepedia menjadi rujukan bagi teman-teman netijen budiman (sebutan untuk pengikut akunnya) dan tempat untuk berdiskusi, berbagi pengalaman perjalanan, rekomendasi kuliner hingga produk UMKM unggul juara lokal. Kedepannya Depepedia akan terus menjunjung tinggi kolaborasi, sinergitas lintas industri, semangat nasionalisme dan juga edukatif serta berimbang obyektif
dalam berbagi informasi.” pungkas David Depe di sela-sela penutupan acara “Kelana
Rasa”.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BRI Debit FC Barcelona Hadir Dengan Keuntungan Eksklusif Bagi Nasabah
-
Yu Beruk Meninggal Dunia, Jogja Kehilangan 'Ratu Panggung'
-
Demi Asta Cita, BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
7 Spot Romantis Valentine di Jogja AntiMainstream untuk Momen Tak Terlupakan
-
Ide Ngabuburit di Kota Yogyakarta, Festival Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Bisa Jadi Pilihan