SuaraJogja.id - Penjual ayam geprek mengeluhkan harga cabai rawit yang kembali mahal. Kekinian harga cabai rawit mencapai Rp65.000 per kilogram (kg).
Penjual ayam geprek di Nitiprayan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Nur Amin mengatakan, kini ia memulai membatasi jumlah cabai dalam setiap ayam geprek yang dipesan. Satu orang pembeli maksimal mendapat lima cabai.
"Saya batasi lagi pemberian cabainya untuk setiap porsi ayam geprek. Satu porsi paling banyak lima cabai, kalau biasanya bebas ada yang minta 10-12 cabai saya layani," paparnya kepada SuaraJogja.id, Rabu (2/3/2022).
Apabila pemberian cabai tidak dibatasi maka dia sebagai pedagang bisa rugi. Dalam sehari ia dapat menjual sekitar 50 potong ayam geprek.
"Coba saja dibayangkan kalau enggak dibatasi cabainya dan sehari saya bisa jual 50 potong ayam geprek. Kalau enggak begitu bisa tombok," katanya.
Amin mengaku kurang tahu mengapa harga cabai rawit kembali mahal. Dia menilai ada kebijakan yang tidak pas sehingga harganya yang tadinya sudah turun sekarang naik lagi.
"Enggak tahu maunya pemerintah seperti apa. Tadinya sudah turun harga kok naik lagi," katanya.
Selain itu, dia juga mengeluhkan harga serta kelangkaan minyak goreng. Sebab, usahanya sangat tergantung dengan minyak goreng serta cabai rawit.
"Ini harganya sudah mahal dan sulit untuk dapetinnya. Satu liter saya beli harganya Rp18.000," ujarnya.
Baca Juga: BI: Cabai Rawit dan Minyak Goreng Penyumbang Inflasi Desember
"Itu saja susah carinya. Kadang diantar dan kadang enggak," tambahnya.
Ia berharapan agar harga minyak goreng dan cabai rawit kembali stabi.
"Ya inginnya harganya jadi normal lagi dan petani juga diuntungkan," papar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Kini Nasabah Bisa Kirim THR dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo
-
BRI Sediakan Berbagai Layanan Keuangan Andal untuk Kebutuhan Nasabah Sepanjang Libur Lebaran
-
Komentar Pekerja Soal WFA Lebaran 2026, Jurus Ampuh Urai Macet, Produktivitas Tetap Gaspol!
-
Muhammadiyah Gelar Salat Id, Haedar Nashir Ingatkan Umat Lebih Toleran dan Berakhlak
-
Demi Pulang Kampung Saat Lebaran, Perantau Rela Berburu Mudik Gratis hingga Bawa Pulang Dagangan