Pembalap MotoGP RNF Yamaha Andrea Dovizioso. (Instagram)
Ia mengatakan masih beradaptasi dengan motor barunya itu.
"Anda bisa bayangkan betapa besarnya perubahan karena semuanya berbeda, sebagian besar berbeda (dari Ducati). Butuh waktu untuk beradaptasi," kata dia.
"Saya orangnya cukup kecil di atas motor dan saya kewalahan dengan ukuran sasis yang lebih besar, itu masalah utamanya. Apabila Anda tidak nyaman, Anda tak bisa mendorong ke limitnya. Anda tak bisa mengubah ukuran dari motor itu.
"Saya menyadari bagaimana sulitnya tahun lalu, saya menyadari sejumlah poin negatif. Apabila Anda tidak membalap dengan cara tertentu, seperti yang dilakukan Fabio (Quartararo), Anda tidak dapat menggunakan potensi motor ini... Saya mencoba mempelajari dan meniru para pebalap lainnya di Yamaha." [ANTARA]
Berita Terkait
-
Belum 100 Fit, Andrea Dovizioso Yakin Marc Marquez Tetap Mampu Juarai MotoGP
-
Marc Marquez Sebut MotoGP Mandalika Balapan Terburuk Dalam Kariernya
-
Hasil FP1 MotoGP Amerika Serikat 2022: Alex Rins Tercepat, Marquez di Lima Besar
-
Sebut MotoGP Mandalika Terburuk di Kariernya, Marc Marquez Ingin Pulihkan Kepercayaan Diri
-
Jadwal MotoGP Amerika Serikat 2022, Berlangsung Mulai Malam Ini!
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan