SuaraJogja.id - Desa Penari kini masih menjadi misteri keberadaannya karena yang beredar selama ini Desa Penari berada di Jawa Timur. Keberadaannya begitu tersohor usai film KKN di Desa Penari belakangan booming dan menjadi trending dalam beberapa pekan terakhir.
Ternyata, kendati lokasi kejadian di balik film KKN di Desa Penari lokasi berada di Jawa Timur, tetapi ternyata lokasi syuting film ini justru paling banyak diambil di wilayah DIY. Lewat editing, beberapa lokasi yang sebenarnya berjauhan mampu dikemas seolah menjadi satu lokasi.
Ternyata lokasi syuting berada di 3 kabupaten, masing-masing Gunungkidul, Bantul, dan juga Sleman. Di Gunungkidul ada di Dusun Ngluweng, Kalurahan Ngleri dan kawasan Hutan Wanagama, Kapanewon Playen.
Sementara di Kabupaten Bantul lokasi pengambilan gambar berada di Hutan Pinus kawasan Mangunan dan wisata Batu kapal Piyungan. Sementara di Sleman berada di kawasan obyek wisata Kali Kuning.
Di Gunungkidul, pamor Dusun Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen kini melejit. Dusun yang menjadi lokasi perkampungan dalam film KKN Desa Kenari dan posko KKN tersebut sebenarnya wilayah yang berada di agak pelosok.
Dusun Ngluweng berada di Kapanewon Playen dan untuk menjangkaunya harus menempuh perjalanan selama 20 menit dari pusat Kota Wonosari. Dusun ini masih sederet dengan kompleks hutan Wanagama.
Dukuh Ngluweng, Istri Rahayu mengakui jika dusunnya memang dijadikan lokasi syuting Film KKN di Desa Penari. Istri sendiri tidak mengetahui alasan mengapa wilayahnya dijadikan lokasi syuting Film KKN di Desa Penari. Hanya saja memang ada dua rekannya yang mendatanginya untuk survei lokasi syuting sebuah film.
"Itu ada pak Heru yang datang ke sini kulonuwun," terang dia, Senin (16/5/2022) malam.
Baca Juga: Akun Simple Man Berikan Kode di Twitter, "Sewu Dino" akan Segera Difilmkan?
Kala itu, Istri mengaku tidak berani memberikan izin jika izin dari Kantor Kalurahan Ngleri belum turun. Usai mendapat izin dari pemerintah Kalurahan Ngleri, syutingpun langsung dimulai.
Ratusan orang kru film datang ke dusun tersebut membawa peralatan lengkap untuk syuting. Tiga rumah warga sempat digunakan sebagai lokasi posko termasuk rumahnya.
"Jumlahnya sangat banyak. Ada 500 orang," ujar dia.
Ketika syuting dilakukan kebetulan bersamaan dengan banyaknya kegiatan masyarakat. Selain bertepatan musim penghujan juga musim hajatan dan musim warga memulai bercocok tanam.
Syutingnya sendiri dilaksanakan pada bulan November 2019 yang lalu. Di mana kru sama artis pemeran utama Film KKN di Desa Penari tinggal selama sebulan di dusun ini untuk menyelesaikan syutingn
"Itu kendalanya karena hujan jadi molor 1 bulan. Katanya kalau ndak hujan ya bisa selesai 5 hari," ujar dia, Senin (16/5/2022) malam.
4 rumah warga digunakan sebagai lokasi syuting film yang kini tengah ngehit ini. 4 rumah warga tersebut masing-masing rumah Ngadinah, Ngatimin, Marsono dan Ngadiyo. Namun rumah Ngadiyolah yang digunakan untuk rumah sentra syuting film KKN di Desa Penari.
Rumah Ngadinah digunakan sebagai lokasi Pak Prabu menyambut KKN dan menjadi posko KKN perempuan. Rumah Ngatimin digunakan untuk Posko KKN lelaki sebelum mereka pindah ke Posko KKN lebih besar.
"Rumah pak Ngatimin itu yang digunakan posko KKN laki-laki. Kemudian rumah pak Marsoni itu untuk minum kopi pahit tetapi terasa manis," ungkapnya.
Rumah Ngadiyo menjadi sentra utama pengambilan gambar adegan di mana ada warga mengintip Widya namun yang terlihat hanya ular besar, tempat Bayu melempar kepala monyet dan tempat tubuh Bima dan Ayu terbujur kaku sebelum meninggal dunia.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Akun Simple Man Berikan Kode di Twitter, "Sewu Dino" akan Segera Difilmkan?
-
Dul Jaelani Dapat Kejutan dari Tissa Biani di Peluncuran Album Baru Qodir Band
-
Demi Berikan Kejutan Pada Dul Jaelani, Tissa Biani Rela PP Jogja-Jakarta: First Flight Langsung ke Jakarta
-
Cara Nonton KKN Desa Penari Full Movie di Situs Legal Dengan Kualitas Terbaik
-
Raih 6 Juta Penonton, KKN di Desa Penari Bersiap Masuk Sejarah Dunia Film!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Donny Warmerdam Dipastikan Masuk DSP PSIM Yogyakarta saat Hadapi Bali United
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Diskresi atau Pidana? Saksi Ahli Buka Fakta Baru di Kasus Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Link Undangan Palsu, APK Berbahaya Curi OTP dan Data
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris