- Kesbangpol Bantul akan menggelar rapat koordinasi terkait dugaan pembubaran ibadah Jemaat GMS di Panggungharjo pada Minggu, 24 Mei 2026.
- Penolakan warga dipicu oleh dugaan persoalan kelengkapan izin administrasi bangunan baru yang disewa Jemaat GMS selama lima tahun.
- Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan mengevaluasi status Surat Keterangan Tanda Lapor guna menentukan kebijakan penyelesaian masalah tersebut.
SuaraJogja.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul segera menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti peristiwa dugaan pembubaran kegiatan ibadah Jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di wilayah Panggungharjo, Sewon, Bantul, yang videonya viral di media sosial.
Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Yulius Suharta mengaku telah melakukan langkah antisipasi sebelum aksi pembubaran dilakukan kemarin.
"Kesbangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," kata Yulius, saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," imbuhnya.
Disampaikan Yulius, dasar penolakan rumah ibadah itu yang berkembang berkaitan dengan persoalan perizinan tempat ibadah tersebut.
"Masih berkaitan dengan apakah memang izinnya sudah dimiliki atau belum," ujarnya.
Yulius bilang saat ini pihaknya akan segera menggelar rapat lanjutan untuk menentukan langkah yang akan diambil pemerintah daerah. Kesbangpol akan melaporkan hasil pembahasan tersebut kepada Bupati Bantul bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
"Kita coba koordinasi untuk menjadi kepastian langkah yang berikutnya, yang sekiranya perlu dijadikan kebijakan seperti apa," tegasnya.
Kaji Perizinan Rumah Ibadah
Baca Juga: Puluhan Jemaah Umrah Bantul dan Solo Tertahan di Jeddah, Kemenhaj DIY Pastikan Situasi Aman
Yulius menjelaskan, jemaat GMS sebelumnya rutin menggelar kegiatan di salah satu hotel di Bantul. Namun pertimbangan biaya sewa tiap kali ibadah membuat pengurus gereja mencari tempat.
Kemudian pengurus gereja menyewa sebuah bangunan baru yang rencananya digunakan sebagai tempat kegiatan keagamaan. Kesbangpol Bantul saat ini masih mencermati status administrasi bangunan tersebut.
Menurut Yulius, pihak gereja telah mengantongi Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) yang diterbitkan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
"Nah, cuma di sini yang nanti akan kita tindak lanjuti terkait dengan pemahaman keterangan di SKTL yang dikeluarkan itu, apakah memang benar sudah bisa dipakai sebagai tempat ibadah ataukah memang masih ada pengurusan administrasi yang lain," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Kesbangpol, bangunan yang digunakan GMS merupakan bangunan sewa dengan masa sewa selama lima tahun.
Sebelum kegiatan ibadah yang dibubarkan pada Minggu (24/5/2026) kemarin, jemaat disebut telah sempat menggelar kegiatan sosial di lokasi tersebut pada Kamis sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu
-
Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang