- Kunjungan wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul turun 36% selama Lebaran 1447 H dibanding tahun sebelumnya.
- Data Dinas Pariwisata Bantul menunjukkan total 80.333 pengunjung tercatat selama tujuh hari libur Lebaran 2026.
- Dugaan penyebab sepinya wisatawan adalah kondisi ekonomi sulit dan keluhan tingginya harga tiket masuk.
SuaraJogja.id - Pesta libur Lebaran 1447 H ternyata tak semanis yang diharapkan bagi pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alih-alih panen wisatawan, destinasi andalan seperti Pantai Parangtritis justru harus menelan pil pahit dengan penurunan jumlah pengunjung yang sangat signifikan, mencapai 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ini menjadi pukulan telak yang menandakan adanya masalah serius, di mana Bantul kehilangan puluhan ribu potensi wisatawan pada momen puncak liburan.
Data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul berbicara gamblang. Selama tujuh hari periode libur Lebaran 2026, total kunjungan hanya mampu menyentuh angka 80.333 orang. Angka ini terjun bebas jika dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 yang saat itu berhasil meraup sekitar 126.000 wisatawan.
"Tingkat kunjungan wisata harian pada momen Lebaran tahun lalu rata-rata sekitar 18 ribu pengunjung, sedangkan tahun ini rata-rata sebanyak 11.400 pengunjung," kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, Rabu (25/3/2026).
Ekonomi Sulit dan Tiket Mahal Jadi Biang Kerok?
Pemerintah Kabupaten Bantul tidak menutup mata terhadap anomali ini. Markus Purnomo Adi mengakui ada dua faktor utama yang diduga kuat menjadi biang keladi sepinya wisatawan. Pertama adalah kondisi ekonomi masyarakat yang kemungkinan mempengaruhi daya beli dan alokasi dana untuk berlibur.
Faktor kedua, yang menjadi sorotan tajam, adalah keluhan masyarakat terkait harga tiket masuk atau retribusi. Isu ini bahkan ramai diperbincangkan warganet di media sosial, yang bisa jadi membuat calon wisatawan berpikir dua kali untuk mengunjungi pantai-pantai di Bantul.
"Tentunya pemerintah kabupaten juga memperhatikan keluhan pengelola destinasi pantai selatan dan netizen di kanal media sosial terkait besaran retribusi masuk wisata khususnya pantai," katanya.
Meski kunjungan merosot tajam, pendapatan asli daerah (PAD) yang berhasil dikumpulkan dari sektor pariwisata selama periode tersebut tercatat sebesar Rp1,162 miliar.
Baca Juga: Antisipasi Nuthuk Harga dan Penimbunan Pangan, DPRD Kota Yogyakarta Minta Pemkot Perketat Pengawasan
Puncak kunjungan sendiri terjadi pada H+2 Lebaran, Senin (23/3), dengan 23.442 orang, dan H+3, Selasa (24/3), dengan 20.076 orang. Namun, angka puncak ini tetap tidak mampu menolong total perolehan yang jauh dari ekspektasi.
Menghadapi momen libur, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, sebenarnya sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk menambah personel di loket retribusi hingga tiga kali lipat dan mengoptimalkan petugas kebersihan. Namun, upaya operasional tersebut tampaknya belum cukup untuk membendung penurunan drastis minat wisatawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku