- Sekitar 30 jemaah umrah dari Bantul dan Solo tertahan di Jeddah akibat pembatalan penerbangan pulang ke Indonesia.
- Jemaah tersebut difasilitasi maskapai untuk menunggu jadwal baru di hotel dekat bandara, kondisi tetap aman.
- Kemenag menyatakan perjalanan umrah dari Indonesia umumnya belum terdampak signifikan oleh eskalasi konflik Timur Tengah.
SuaraJogja.id - Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai dirasakan sejumlah jemaah umrah DIY dan sekitarnya. Sekitar 30 orang jemaah asal Bantul dan Solo tertahan di Jeddah, Arab Saudi akibat penundaan dan pembatalan penerbangan kepulangan ke Indonesia.
Salah satu jemaah asal Bantul, Djudiman saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026) mengaku hingga kini masih menunggu kepastian jadwal penerbangan di Jeddah. Ia seharusnya kembali ke Indonesia pada Senin dini hari pukul 01.00 waktu setempat, namun ternyata penerbangannya dibatalkan.
"Mau pulang tadi malam tapi di-stop. Ada penerbangan yang dibatalkan. Sekarang masih menunggu antrean penerbangan berikutnya," ungkapnya.
Menurut Djudiman, para jemaah yang terdampak telah difasilitasi pihak maskapai untuk kembali ke hotel sembari menunggu jadwal baru. Hotel tempatnya menginap berada sangat dekat dengan bandara.
Meski penerbangan dibatalkan, dia bersyukur kondisi di Jeddah aman. Tidak ada kepanikan yang terjadi di bandara tersebut.
"Hotel dekat bandara, kurang dari dua menit sudah sampai. Kondisi di sini aman, bandara juga sudah ramai seperti biasa," jelasnya.
Karyawan swasta ini menyatakan rombongan mereka berangkat umrah sekitar 12 hari lalu. Namun akibat penundaan, kepulangan mereka molor hingga saat ini.
Meski demikian, Djudiman memastikan kondisi seluruh jemaah dalam keadaan sehat. Tidak ada jamaah yang sakit ataupun mengalami kendala lain.
"Alhamdulillah sehat semua, tidak ada yang sakit," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah di Jogja pada 27 Februari 2026, Lengkap dengan Waktu Salat
Djudiman menambahkan, penerbangan kembali ke Indonesia nantinya melalui Malaysia. Dari negara tersebut, mereka bisa langsung turun ke Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.
Namun hingga kini belum ada kepastian kapan mereka benar-benar bisa terbang. Dia berharap ada kepastian sesegera mungkin untuk bisa pulang meski seluruh kebutuhan mereka sudah ditanggung pihak bandara.
"Belum ada informasi pasti. Mungkin sehari lagi, mungkin nanti malam. Masih menunggu antrean,” ujarnya.
Secara terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa, mengungkapkan secara umum perjalanan umrah dari Indonesia ke Arab Saudi masih berjalan normal dan belum terdampak signifikan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Kemarin kami sudah rapat di pusat, tepatnya di direktorat yang mengurusi perjalanan umrah dan haji khusus. Sampai saat ini untuk umrah memang belum begitu terdampak," ungkapnya.
Jauhar menambahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan pembatalan penerbangan atau penumpukan jemaah di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) bersama KBRI di Riyadh dan Jeddah telah membentuk tiga tim khusus yang disiagakan di bandara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, BRI DPLK Kini Lebih Praktis Dibuka lewat BRImo
-
Duh! Gunungkidul Sampai Ajukan Tambahan Stok BBM, Pemda DIY Lakukan Efisiensi Transportasi
-
Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius