- Kecelakaan maut antara Harley Davidson dan Jupiter MX terjadi di Temon, Kulon Progo, pada Minggu sore (1/3/2026) pukul 16.30 WIB.
- Tabrakan terjadi ketika Harley Davidson menyalip kendaraan lain, menabrak Jupiter MX yang hendak menyeberang jalan dari arah selatan.
- Insiden ini menyebabkan satu korban meninggal, AS (pembonceng Harley), sementara pengendara serta dua orang dari Jupiter MX terluka parah.
SuaraJogja.id - Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa terjadi di Jalan Nasional Purworejo-Wates, tepatnya di perempatan dekat BRI Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, pada Minggu sore (1/3/2026).
Insiden maut ini melibatkan sebuah motor gede (moge) Harley Davidson dengan sepeda motor Yamaha Jupiter MX, mengakibatkan satu orang tewas di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia adalah AS (41), pembonceng Harley Davidson. Ia merupakan istri dari S, pengendara moge yang dikenal sebagai pemilik perusahaan rokok ternama 'HS'.
Sementara itu, pengendara Jupiter MX beserta anaknya yang merupakan warga sekitar mengalami luka-luka.
Informasi mengenai insiden ini salah satunya diunggah oleh akun media sosial Instagram @andreli_48, yang memperlihatkan kondisi pasca-kecelakaan yang mengerikan.
Dalam video dan keterangan yang beredar, tampak kedua kendaraan ringsek parah.
Menurut kesaksian Pratman, yang berada tidak jauh dari lokasi, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Ia melihat rombongan moge, termasuk Harley Davidson berpelat nomor Z 5050 MRS yang dikendarai S, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur (Bandara YIA) menuju barat (Purworejo).
Sesaat sebelum tabrakan, pengendara Harley disebut berusaha menyalip kendaraan lain di depannya dengan mengambil lajur kanan.
Baca Juga: DIY Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah: DPRD Usul Perda Komprehensif, Lindungi Siswa dan Guru!
Pada saat yang bersamaan, pengendara Jupiter MX yang berboncengan dengan anaknya muncul dari arah selatan dan hendak menyeberang jalan. Tabrakan hebat pun tak terhindarkan.
"Tadi harley-nya mau nyalip kendaraan di depannya (ambil kanan). Korban (Jupiter MX) dari selatan mau nyeberang, langsung ketabrak. Tadi anak kecilnya (penumpang Jupiter MX) langsung terlempar ke selokan (saluran irigasi di samping jalan). Pengendara dan pembonceng harley-nya juga terlempar ke saluran irigasi,” tutur Pratman kepada wartawan di lokasi.
Kerasnya benturan membuat moge Harley Davidson tersebut terseret hingga sekitar 20 meter dari titik tabrakan awal, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan dan bodi motor.
Akibat kecelakaan tersebut, AS, istri dari S, meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Jasadnya kemudian langsung dievakuasi ke RS Rizki Amalia.
Sementara itu, sang suami, S, berdasarkan data yang dihimpn mengalami kondisi kritis dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Adapun dua korban lainnya, yaitu pengendara Jupiter MX dan anaknya, juga mengalami luka serius. Sang ayah dilaporkan menderita patah tulang pada kaki kanan, dan keduanya kini dirawat di RSUD Wates, Kulon Progo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat