- Peristiwa pembunuhan terjadi di Dusun Kaliurang, Bantul, DIY, dipicu sindiran saat pesta miras pada Selasa malam.
- Tersangka SS (28) menghabisi korban KYR (36) menggunakan golok pada Rabu pagi setelah sakit hati.
- Pelaku SS dan FS ditangkap polisi pada 5 Maret 2026 dan dijerat pasal pembunuhan berencana KUHP baru.
SuaraJogja.id - Sebuah kalimat sindiran saat pesta minuman keras (miras) berakhir menjadi tragedi berdarah di Dusun Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal itu membuat tersangka SS alias Cobro (28) nekat menghabisi seorang pria berinisial KYR (36) beberapa waktu lalu. Korban dibacok dengan sadis di hadapan anak dan istrinya sendiri.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto mengungkapkan bahwa peristiwa pembunuhan ini memang dipicu oleh kekesalan tersangka SS terhadap ucapan korban.
Insiden bermula ketika pelaku, korban, dan sekitar delapan orang lainnya berkumpul sambil mengonsumsi miras pada Selasa (24/2/2026) malam.
"Motif pelaku, karena sakit hati dengan perkataan korban dengan mengatakan 'nek sok-sokan alim ojo ning kene' (kalau merasa paling alim jangan di sini)," kata Bayu, saat rilis kasus di Mapolres Bantul, Rabu (11/3/2026)
Merasa terhina, SS pulang ke rumahnya di Gamping bersama rekannya, FS (21), untuk mengambil sebilah golok sepanjang 53 sentimeter.
Mereka kemudian datang ke rumah korban pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB dengan niat yang sudah bulat untuk mengeksekusi korban.
SS menyelinap masuk ke dalam rumah saat korban sedang terlelap bersama keluarganya.
"Sampai di rumah korban pelaku masuk melalui pintu belakang. Pada saat itu korban sedang tidur bersama istri dan anaknya," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Lakukan Pemerasan, Polda DIY Nonaktifkan dan Patsus Anggota Satintelkam Polres Bantul
Tanpa basa-basi, SS langsung mengayunkan golok ke arah kepala korban yang sedang tertidur. Istri korban yang terbangun akibat kegaduhan tersebut, sempat berupaya melindungi suaminya.
Istri korban sempat menangkis serangan pelaku hingga jari tangannya terluka parah terkena sabetan senjata tajam.
"Setelah itu pelaku langsung melarikan diri dengan temannya FS yang saat itu sudah menunggu di jalan dekat rumah korban," ucapnya.
Pelarian SS dan FS berakhir pada Kamis, (5/3/2026) setelah Tim Opsnal Polres Bantul dan Polda DIY melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti termasuk satu unit motor Honda Vario, helm hitam, buff, dan golok yang digunakan untuk membunuh korban.
Kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini telah direncanakan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh