- Polda DIY menonaktifkan anggota Satintelkam Polres Bantul berinisial S terkait dugaan pemerasan dan pengancaman pengusaha properti.
- Patsus dan penonaktifan dilakukan sejak 20 Februari 2026 untuk pemeriksaan oleh Bidpropam Polda DIY.
- Kasus berawal laporan pengusaha 18 Februari 2026 mengenai pemerasan dan perusakan kantor terkait proyek mangkrak.
SuaraJogja.id - Polda DIY menonaktifkan anggota Satintelkam Polres Bantul berinisial S buntut dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan pengancaman serta pemerasan terhadap seorang pengusaha properti di Bantul.
Berdasarkan Surat Perintah Pengamanan Nomor: Sprin. Pam/1/II/2026, tanggal 20 Februari 2026, Polda DIY telah melakukan Penempatan Khusus (Patsus) serta menonaktifkan status yang bersangkutan sebagai anggota Satintelkam Polres Bantul dalam rangka pemeriksaan Bidpropam.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, mengungkapkan bahwa Bidpropam Polda DIY bergerak cepat melakukan pemeriksaan usai laporan pengaduan dari pelapor.
Pemeriksaan itu dilakukan terhadap beberapa saksi termasuk terlapor. Hal itu sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Polda DIY dalam menangani kasus tersebut demi menjaga integritas dan muruah institusi.
"Kami sampaikan bahwa yang bersangkutan saat ini telah menjalani Patsus dan dinonaktifkan dari kedinasan dalam rangka pemeriksaan Propam," kata Ihsan, Jumat (20/2/2026).
Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa Polda DIY tidak akan mentoleransi setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Selain itu pihaknya berkomitmen penuh menangani kasus tersebut secara transparan dan akuntabel.
"Kami pastikan prosesnya berjalan secara profesional dan akuntabel sebagai bentuk komitmen kami kepada masyarakat," tegasnya.
Adapun kasus itu mencuat setelah seorang pengusaha properti dari Bantul resmi melaporkan oknum anggota Intel Polres Bantul berinisial S ke Propam Polda DIY pada Rabu (18/2/2026) lalu.
Laporan ini dipicu oleh dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan pengancaman serta pemerasan terhadap sang pengusaha.
Baca Juga: Jalur yang Dilewati Iring-iringan Jenazah PB XIII di Yogyakarta, Polda DIY Siapkan Pengamanan Ekstra
Selain aduan secara etik ke Propam, pihak pelapor juga melayangkan laporan tindak pidana terkait aksi intimidasi yang dialaminya.
Persoalan ini bermula dari kerja sama proyek perumahan pada tahun 2024 di wilayah Bantul dan Sleman. Saat itu oknum tersebut meminta pekerjaan kepada pelapor namun justru berakhir mangkrak.
Situasi semakin memburuk ketika oknum S bersama sekelompok orang dari ormas diduga menduduki kantor pengusaha tersebut dan melakukan perusakan, termasuk mematikan kamera CCTV.
Tak hanya itu, pelapor mengaku dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp35 juta setiap bulan selama enam bulan berturut-turut.
Akibat serangkaian tindakan tersebut, pihak developer mengklaim mengalami kerugian material dan immaterial yang mencapai angka Rp2,5 miliar. Angka tersebut mencakup dana operasional yang hilang akibat proyek yang terbengkalai serta tambahan permintaan uang dengan dalih utang yang tidak berdasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta
-
Anggaran MBG Dipangkas Rp94 Triliun, Bagaimana Nasib Ratusan SPPG di Jogja?