SuaraJogja.id - Perenang Flairene Candrea Wonomiharjo secara gemilang meraih medali emas 100 m gaya punggung putri pada SEA Games 2021, padahal ia terhitung baru tiga bulan menghuni pelatnas.
Flairene Candrea Wonomiharjo menambah perolehan medali emas Indonesia dari cabang renang di nomor 100 m gaya punggung putri pada SEA Games 2021 yang berlangsung di Aquatic Sports Palace, My Dinh Stadium, Hanoi seperti dikutip dari ANtara, Selasa (17/5/2022).
Ia mencatatkan waktu tercepat, 1 menit 3,36 detik, mengungguli dua perenang Filipina, yakni Isleta Doromal dengan waktu 1 menit 3,78 detik dan Geriane Taquba J dengan mencatatkan 1 menit 3,86 detik.
Flairene mengatakan, ia sangat bersyukur mendapatkan medali emas di nomor yang diikutinya, sebab selama ini tidak pernah membayangkan bisa meraih emas. Apalagi, ia baru masuk ke Pelatnas Renang pada Februari 2022 sehingga terhitung baru tiga bulan mempersiapkan diri berlaga di SEA Games Vietnam.
Sebelum bertanding, Flaire ingat dengan pesan orang tuanya, yakni selalu berdoa dan jangan cepat menyerah.
"Tetep fokus dan terus berdoa. Jangan pesimis, percaya diri aja," tegasnya.
"Medali emasnya buat Indonesia dong, negara tercinta," pungkas Flairene.
Medali emas yang diraih Flairene menggenapkan medali emas yang sebelumnya diraih Masniari Wolf pada nomor 50 m gaya punggung putri.
Baca Juga: Kalah dari Thailand, TIm Bulu Tangkis Indonesia Gagal Pertahankan Emas Beregu Putra SEA Games
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan