SuaraJogja.id - Korban tewas dalam peristiwa gedung runtuh di kota Abadan, Iran telah mencapai 10 orang, sementara korban yang hilang masih belum ditemukan, kantor berita resmi IRNA melaporkan, Selasa.
Bangunan permukiman dan komersial berlantai 10 itu ambruk sebagian pada Senin, menyebabkan sedikitnya 80 orang terjebak di bawah reruntuhan, menurut stasiun TV pemerintah.
"Setelah berjam-jam melakukan upaya darurat, 30 orang yang terjebak di bawah reruntuhan telah dievakuasi dalam keadaan hidup dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata wakil gubernur provinsi Khuzestan kepada IRNA.
Jumlah orang yang masih terjebak di bawah puing-puing masih belum bisa dipastikan.
Tayangan televisi pada Senin memperlihatkan kemarahan warga Abadan yang meneriakkan slogan-slogan menentang otoritas kota.
Kepala pengadilan di Provinsi Khuzestan memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut, pemilik dan kontraktor terkait telah ditangkap, kata stasiun TV itu.
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Daftar Harga iPhone 14 Terbaru Februari 2026 di Indonesia
-
Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
-
SPPG Margomulyo Sesuaikan Layanan MBG Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
-
CtGA Dorong NGO Ubah Peran, Bangun Kolaborasi Strategis dengan Perusahaan
-
Pekan Kedua Operasi Keselamatan Progo 2026, Polda DIY Klaim Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Menurun