SuaraJogja.id - UGM mendeklarisikan diri sebagai kampus antikekerasan. Deklarasi ini akan diikuti 6.250 mahasiswa UGM yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata(KKN).
Rektor UGM, Ova Emilia di kampus setempat, Kamis (09/06/2022) mengungkapkan deklarasi ini sebagai salah satu terobosan yang dilakukan kampus tersebut dalam memerangi kekerasan di kampus. Hal itu sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi.
"UGM sudah banyak melakukan kegiatan untuk manajemen pencegahan kekerasan, khususnya seksual sejak 2019," ujarnya.
Menurut Ova, komitmen tersebut juga telah ditunjukkan melalui Peraturan Rektor UGM Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual oleh Masyarakat UGM. Hal itu dilakukan UGM karena kampus menjadi tempat kedua terbanyak ternjadinya kekerasan seksual.
Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga secara global. Karenanya melihat fakta tersebut, UGM sebagai institusi pendidikan membuat sistem, tidak hanya dalam bentuk literasi namun juga upaya antisipasi terhadap kekerasan.
UGM juga menyiapkan kanal khusus bernama Pusat Krisis. Kanal tersebut dapat dimanfaatkan sivitas kampus yang ingin melaporkan atau komplain terhadap tindak kekerasan yang dialami.
“Kanal Pusat Krisis ada di website resmi UGM. Mahasiswa KKN yang jauh dari kampus bisa mengakses kanal itu bila terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
Ova menambahkan, sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual juga akan diberikan kepada 250 dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN. Begitu pula bagi mahasiswa baru yang mengikuti (Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) pada Agustus 2022 nanti.
Unit Layanan Terpadu (ULT) pun disediakan bagi semua civitas akademika. ULT nantinya akan cepat merespons laporan yang masuk terjadinya kekerasan seksual di kampus.
Baca Juga: Desain Mobil Listrik UGM Kantongi Juara 1 Kompetisi Jakarta E-Prix 2022
“Kita juga siapkan workshop series tentang SOP pencegahan dan penanganan kekerasan seksual termasuk aspek-aspek legalnya,” paparnya.
Sementara Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Irfan Dwidya, bagi mahasiswa KKN UGM yang ikut deklarasi antikekerasan, kampus memberikan pembekalan terlebih dahulu. Sebab mereka nantinya akan disebar di 250 lokasi yang berada di 31 propinsi di Indonesia.
"Mahasiswa diberi pembekalan agar berperilaku positif dalam artian tidak da kekerasan. Persiapan dilakukan dengan memberian materi tentang kekerasan seksual, bagaimana mengatasinya," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Korban Kekerasan Seksual di Kampus UNM Takut Masuk Kampus, Pelaku Disebut Masih Bebas Berkeliaran
-
Koalisi Gerakan Anti Kekerasan Seksual Datangi Kemendikbud RI: Kawal Kasus Kekerasan Seksual di UNRI
-
Dekan FISIP Unri Divonis Bebas, Koalisi Gerakan Anti Kekerasan Seksual Temui Kemendikbud
-
Mengapa Kekerasan Seksual Bisa Masuk Kampus?
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG
-
Gandeng Ndarboy dan Happy Asmara, Film Musikal 'Cidro Asmoro' Siap Gebrak Bioskop 2026!