SuaraJogja.id - Bermain layangan umumnya dilakukan di siang atau sore hari. Namun ada pula yang bermain layangan dengan cara yang tidak biasa, yaitu bermain layangan di malam hari ketika langit sudah gelap.
Di tengah perkembangan teknologi di bidang game, masih ada orang-orang yang setia bermain layangan. Permainan tradisional yang sudah ada sejak lama dan dimainkan oleh orang-orang di berbagai negara.
Mereka memainkannya sendiri-sendiri atau bersama teman-teman, dan waktu yang paling ideal untuk bermain adalah di sore hari karena cuaca tidak terlalu panas dan angin berhembus secara stabil.
Meski begitu ada saja yang aksi tidak biasa pemain layangan yang membuat orang keheranan. Misalnya yang dilakukan oleh bocah ini. Seperti video yang diposting oleh akun Instagram @lawak.laris.
Akun tersebut memperlihatkan potret bocah yang kebingungan. Menurut keterangan di video bocah itu meminta untuk bermain layangan di malam hari, dan karena ia belum bisa menerbangkan layangan jadinya bocah laki-laki itu meminta bantuan orang dewasa.
Setelah layangan terbang, muncul raut wajah aneh dari bocah tersebut. Karena diterbangkan di malam hari jadinya ia tidak bisa melihat layangan yang terbang. Bocah lucu itu cuma bisa melihat benangnya saja yang menjuntai ke langit.
Dirinya mungkin merasa bingung kenapa layangannya tidak terlihat. Meski kebingungan bocah itu tetap memegang erat benang sambil menatap ke langit berusaha melihat wujud layangan yang dirinya mainkan di malam hari.
“Minta diterbangin layangannya. Udah terbang bingung layangannya gak kelihatan,” bunyi keterangan di video.
Potret wajah bocah yang main layangan di malam hari viral di Instagram. Warganet menyerbu komentar dan fokus ke raut muka bocah tersebut, yang tetap senyum sambil kebingungan dimana layangannya.
Baca Juga: Dapat Tindakan Rasis dari Seorang Pengamen, Michelle Wanda Ngamuk: Kenapa Kalau Saya Keturunan Cina?
“Senyum adiknya manis banget,” ujar warganet.
“Wkwk emang paling asik ngerjain anak kecil,” jelas warganet.
“Kalo di tempat kami kalo sudah deket maghrib gak di bolehin lagi nerbangin layang-layang serem,” imbuh warganet.
“Coba bilang sama adeknya,suatu yg dipaksakan tidak baik macam senyumnya,” tutur warganet.
“Gua selalu main layang tiap malem, dI turunin kala pagi hari kalo anginnya bagus kalo nggak cari di rumahnya orang,” cerita warganet yang juga gemar main layangan malam-malam.
“Gua dulu kalo nerbangin layangan sore sore gua ikat ke tiang terus gua tinggal dan gua ambil pas pagi-pagi,” ungkap warganet.
Berita Terkait
-
Dapat Tindakan Rasis dari Seorang Pengamen, Michelle Wanda Ngamuk: Kenapa Kalau Saya Keturunan Cina?
-
Bripka Suci "Layangan Putus Versi ASN" Kembali Curhat: Saya Mau Kepastian Hukum, Yang Menunggu Berpacu dengan Nyawa
-
Tarik Karcis Parkir kayak Main Layangan, Pria Ini Buat Warganet Kesal
-
Heboh Layangan Putus versi Maskapai, Istri Gerebek Suami Pilot dengan Pramugari Berduaan di Kamar Hotel
-
Heboh Kisah Layangan Putus Wanita Bersuami Polisi: Akhirnya Pertahanan yang Disimpan Runtuh
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
BRI Perkuat Ekonomi Desa lewat Program Desa BRILiaN yang Telah Menjangkau 5.245 Desa
-
Ibu Ajak Anak Berusia 11 Tahun Bobol Stan Kamera di Mal Jogja, Kerugian Capai Rp145 Juta
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 146 Kurikulum Merdeka: Menulis Naskah Drama
-
Jeritan Hidup di Balik Asap Sate Malioboro: Kisah Kucing-kucingan PKL dan Dilema Perut yang Perih
-
7 Fakta Sidang Mahasiswa UNY Pembakar Tenda Polda DIY: Dari Pilox Hingga Jeritan Keadilan!