SuaraJogja.id - Seorang perempuan berinisal WFA (29) warga Kedungombo Candirejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah harus berurusan dengan polisi. Hal itu setelah yang bersangkutan kedapatan menggelapkan uang hasil penjualan di salah satu outlet bakpia yang ada di Yogyakarta.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menjelaskan kronologi kejadian berawal saat outlet bakpia tugu melakukan pengecekan keuangan hasil penjualan tanggal 27-30 Mei 2022 pada 31 Mei 2022 lalu. Dari pengecekan itu tercatat ada total uang yang masuk sejumlah Rp102 juta lebih.
Namun yang disetorkan oleh tersangka sebagai leader store atau pimpinan toko ke pihak ketiga hanga sebesar Rp73 juta saja. Sehingga masih ada selisih uang yang didapat dan yang disetorkan sebanyak Rp29 juta.
Kemudian ternyata masih ada uang yang disimpan di brankas outlet sebesar Rp.13 juta lebih. Sedangkan sisa dari uang tadi dibawa oleh tersangka.
"Sehingga outlet bakpia tugu menderita kerugian sebesar Rp.15.412.000," kata Timbul kepada awak media, Jumat (24/6/2022).
Disampaikan Timbul, setelah dilakukan pemeriksaan tersangka mengaku telah mengambil uang tersebut saat outlet tutup. Ia mengambil uang tersebut dengan hati-hati agar tidak terlihat kamera CCTV toko.
"Jadi pada saat memasukkan uang ke brankas tersangka mengambil uang dan diselipkan ke dalam lengan baju panjang agar tidak terlihat di CCTV," ungkapnya.
Mendapat laporan penggelapan tersebut dari pihak toko, polisi langsung bertindak melakukan penyelidikan. Baru kemudian tepatnya pada hari Senin (20/6/2022) sekitar pukul 11.00 WIB anggota Unit Reskrim mendapat informasi bahwa tersangka kos di daerah Gandekan lor, Gedongtengen, Kota Yogyakarta.
Kemudian anggota langsung bergerak ke lokasi dimaksud. Pada saat memasuki pintu gerbang gang kos tersebut anggota Reskrim mencurigai seseorang perempuan yang baru saja keluar dari gang dengan mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: Tamara Bleszynski Laporkan 3 Orang yang Diduga Gelapkan Warisan Orangtuanya
Perempuan itu menggunakan sepeda motor berplat nomor AA yang merupakan plat nomor wilayah Magelang. Diketahui sebagai asal rumah pelaku atau tersangka tersebut.
Anggota kemudian mengikuti perempuan tersebut dan ternyata perempuan itu menuju ke Puskesmas Gedongtengen untuk berobat. Kemudian anggota Reskrim menemui perempuan itu untuk meminta keterangan dan identitas yang bersangkutan.
"Di sana perempuan tersebut mengakui bahwa dia adalah sebagai pelaku penggelapan uang di outlet Bakpia Tugu," terangnya.
Atas perbuatannya ini tersangka terancam dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan yang dilakukan terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu. Ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.
Berita Terkait
-
Aksi Emak-emak Naik Sepeda Motor Dikira Beri Sumbangan Malah Begini: Terbalik Bu
-
KPK Datangi Lapas Sukamiskin untuk Periksa Mantan Bupati Bogor di Kasus Dugaan Suap Ade Yasin
-
Jemaah Haji Indonesia Bawa Uang Saku Rp542 Miliar ke Arab Saudi
-
Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Jumat 24 Juni 2022: Malam Hujan Ringan
-
4 Tips Menabung Anti Gagal, Buat Tujuan yang Jelas!
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional