SuaraJogja.id - Saat Ria Ricis kesakitan memberikan ASI pada anak pertamanya, Teuku Ryan melontarkan celetukan yang membuatnya dihujat publik. Di samping itu, curhatan Tasya Farasya soal jatah bulanan dari suami juga viral lantaran dibungkus amplop hingga mengingatkannya pada pejabat koruptor. Tak kalah viral, seseorang yang menggali tanah untuk pondasi rumah kaget menemukan kepala kambing.
Di sisi lain, truk dan bus pariwisata adu banteng di Jalan Daendels, Kulon Progo. Sementara itu, Timnas Indonesia U-16 minta suporter di Jogja bersatu. Simak di bawah ini lima berita terpopuler SuaraJogja.id pada Sabtu (30/7/2022) kemarin:
1. Celetukan Teuku Ryan Lihat Istrinya Kesakitan Beri ASI ke Anak Bikin Kaget, Netizen: Kok Nggak Malu Ya Ngomong Gitu
YouTubers Ria Ricis telah melahirkan anak pertamanya pada Selasa (26/7/2022) sekitar pukul 08.26 WIB kemarin. Kabar gembira itu pun masih banyak diperbincangkan hingga saat ini.
Kini anak pertamanya itu sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang dari rumah sakit. Momen kepulangannya pun dibagikan oleh Ria Ricis melalui kanal YouTubenya.
2. Unik Banget! Jatah Uang Bulanan Tasya Farasya dari Suami Selalu Dikasih dalam Bentuk Amplop: Kok Kayak Pejabat Koruptor
Tasya Farasya yang merupakan seorang Beauty Vlogger memang kerap mencuri perhatian netizen. Selain konten-konten vlognya yang menarik, kini dia disorot lantaran cerita unik yang dibagikannya.
Seperti yang kita tahu Tasya dan keluarganya dikenal dengan sultan yang dikelilingi barang dan rumah yang amat mewah yang sering jadi perhatian para netizen.
Baca Juga: Tasyi Athasyia Sebut 1 M Cuma Cukup untuk Cotton Bud Tak Cukup Beli Rumah, Netizen Heboh
3. Gali Tanah untuk Pondasi Rumah, Warganet Ini Temukan Kepala Kambing
Banyak hal yang dapat ditemukan ketika menggali tanah. Sebab, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalam tanah sehingga banyak hal bisa ditemukan ketika menggali tahan. Salah satunya benda misterius yang membuat penggali kaget akan barang tersebut.
Ceritanya ada warganet yang menggali tanah untuk membuat pondasi rumah. Sepertinya warganet tersebut ingin membangun rumah di tanah tersebut, sehingga harus diawali dengan menggali tanah untuk membangun pondasi rumah supaya kokoh.
4. Truk dan Bus Pariwisata Adu Banteng di Jalan Daendels Kulon Progo, Satu Orang Terjepit
Berita Terkait
-
Tasyi Athasyia Sebut 1 M Cuma Cukup untuk Cotton Bud Tak Cukup Beli Rumah, Netizen Heboh
-
5 Momen Baby R Ketemu Keluarga Teuku Ryan, Masih Menyembunyikan Wajah dan Belum Mengumumkan Nama Anak
-
Celetukan Teuku Ryan Lihat Istrinya Kesakitan Beri ASI ke Anak Bikin Kaget, Netizen: Kok Nggak Malu Ya Ngomong Gitu
-
Truk dan Bus Pariwisata Adu Banteng di Jalan Daendels Kulon Progo, Satu Orang Terjepit
-
Unik Banget! Jatah Uang Bulanan Tasya Farasya dari Suami Selalu Dikasih dalam Bentuk Amplop: Kok Kayak Pejabat Koruptor
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana