SuaraJogja.id - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan BBPOM) Yogyakarta menemukan 4.587 kosmetik yang tidak memiliki izin edar, kadaluarsa dan mengandung bahan berbahaya. Temuan ini didapat BBPOM selama Juli 2022 dari 52 distributor dan toko online.
Jumlah tersebut terdiri dari 4.515 kosmetik tanpa ijin edar dan 3 kosmetik yang kadaluarsa. Selain itu 69 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.
"Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya yang kami temukan kebanyakan mengandung merkuri yang berbahaya bagi kulit dan bisa mengakibatkan kanker," ungkap Kepala BBPOM Yogyakarta, Trikoranti Mustikawati di Yogyakarta, Jumat (05/08/2022).
Menurut Trikoranti, kosmetik tanpa izin edar yang ditemukan berupa parfum, tata rias maupun perawatan. Sedangkan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya berupa krim perawatan yang seharusnya sudah ditarik dari peredaran namun masih dijumpai di distributor.
Temuan-temuan tersebut akan dimusnahkan di distributor atau pemilik usaha dengan disaksikan petugas. BBPOM pun membuat surat peringatan bagi distributor yang menjual produk-produk tersebut.
"Kami juga menindak oknum pelaku usaha yang tidak memenuhi ketentuan dalam rangka menjamin
peredaran kosmetik yang aman dan bermutu," tandasnya.
Trikoranti menambahkan, pengawasan keamanan kosmetik yang beredar akan terus dilakukan. Hal tersebut penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Selain itu untuk menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan melindungi kesehatan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetika ilegal dan atau mengandung bahan berbahaya. Pengawasn dilakukan secara serentak bersama dengan balai lain di seluruh Indonesia.
"Kami ingatkan kembali masyarakat untuk menjadi
konsumen yang cerdas dengan mengecek kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa sebelum membeli produk kosmetik," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro
-
CGV Arthouse Hadir di Yogyakarta, Film Kuldesak hingga Perfect Days Siap Tayang Bulan Depan
-
Tak Sekadar Soal Reformasi 1998, Laut Bercerita Angkat Duka Keluarga Korban Penghilangan Paksa
-
BRI Buka Jalan Karier bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
Bikin Pembatik Jogja Bernapas Lebih Lega, Inovasi Lilin Ini Ternyata Berasal dari Bahan Tak Terduga