Perpecahan dalam internal militer lalu dibawa ke parlemen. Turut andil, DPRS pun mengajukan mosi supaya pemerintah membentuk panitia khusus sebagai tindak lanjut untuk masalah internal TNI itu.
AH Nasution lantas menilai, kemunculan mosi itu menunjukkan terlalu jauhnya intervensi parlemen dalam lingkungan TNI, sehingga ia mendesak Presiden untuk membubarkan Parlemen.
4. Moncong meriam dihadapkan ke istana
Bukan cuma AH Nasution, desakan tersebut juga digaungkan oleh rakyat melalui demonstrasi ke gedung Parlemen [waktu itu masih di Lapangan Banteng Timur] dan Istana Merdeka. Bersama puluhan ribu demonstran, para perwira militer melakukan unjuk rasa pada 17 Oktober 1952.
Kendaraan truk militer, pasukan tank, hingga meriam dikerahkan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Moncong meriam bahkan diarahkan ke Istana.
Presiden Ir Soekarno pun menemui demonstran. Menjawab tuntutan, dirinya menolak membubarkan parlemen dengan alasan tak mau menjadi diktator. Namun, ia akan berusaha mempercepat pemilu.
5. AH Nasution diganti
Soekarno menilai unjuk rasa 17 Oktober 1952 itu sebagai makar. Kemudian, usai peristiwa itu, ia menemui delegasi militer.
Pada akhirnya, AH Nasution mengajukan permohonan mengundurkan diri, disusul Mayjen TB Simatupang. Jabatan KSAD lalu digantikan oleh Kolonel Bambang Sugeng.
Baca Juga: Viral Video Perwira TNI Gebrak Meja Tuntut Effendi Simbolon Minta Maaf: 'Darah Kami Mendidih'
Berita Terkait
-
Viral Video Perwira TNI Gebrak Meja Tuntut Effendi Simbolon Minta Maaf: 'Darah Kami Mendidih'
-
Tak Terima TNI Disebut 'Gerombolan' dan Atasannya Tidak Akur, Dandim Cilegon Desak Effendi Simbolon Minta Maaf
-
Viral! Effendi Simbolon Sebut TNI Gerombolan, Dandim 0632/Cilegon Murka hingga Minta Hal Ini
-
Siapa Effendi Simbolon? Dilaporkan ke MKD DPR karena Sebut TNI Mirip Gerombolan Ormas
-
Buat Risih Prajurit karena Sebut TNI Kayak Gerombolan, Ormas Ini Desak Effendi Simbolon Minta Maaf
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?