SuaraJogja.id - Dokter Tirta ikut memberi komentar tentang polemik perusahaan es teh yang melayangkan somasi ke konsumen yang protes kadar gula. Ia mengatakan somasi bukan solusi, hanya menambah keruh.
"Tindakan ga bijak.Seharusnya customer yg marah marah itu di ajak diskusi, siapa tau sarannya membangun.Bad experience yg di alami customer itu kalo ga ditangani dengan baik akan berbahaya bagi value brand. somasi bukan solusi, fix tambah keruh," tulisnya dalam akun Twitter-nya, @tirta_cipeng, Minggu (25/9).
Dokter Tirta pun memberikan saran kepada usaha yang sedang mengalami krisis saat produknya dikritik konsumen.
"Kalo mau sharing dan diskusi bahaya minuman berkandungan gula tinggi gini, harusnya pihak brand tinggal menampilkan kandungan gizi nya, brapa gram kandungan gulanya. Harusnya jadi masukan lho malahan. Asli. Tinggal umpan lambung, lalu buat minuman rendah gula," jelas dr Tirta.
Ia juga memberikan petunjuk ketika ada konsumen protes ke produk, perusahaan tersebut sebaiknya memberikan edukasi terkait kadar gula.
"Atau malah umpan lambung, mengedukasi mengenai kandungan gula di minumannya.Ini malah bisa jadi chance, ketika pihak pemilik menganggap sebuah bad experience menjadi kesempatan untuk RnD dan FGD," terang alumnus FKKMK UGM itu.
Menurutnya, sumpah serapah konsumen itu tidak perlu ditanggapi dengan serius. "Sumpah serapah itu tidak perlu ditanggapi serius, tinggal aja discuss santai kok. Itu customer yg mengalami bad experience.Terlepas pihak terkait tidak melakukan kekerasan," kicaunya.
Bagi dr Tirta, protes berujung pada caci maki di bidang usaha jasa pelayanan itu sudah risiko. "Jasa service itu sudah resiko akan ada masanya bad service berujung maki makian customer yg mendapat bad service.Decision maker saat crisis gini penting, sampe ada materi kuliah sendiri bahas ini.Crisis management," ungkap dia.
"Gue sih berharap banget, tim legal perusahaan terkait menarik somasi sebelum tambah keruh. Belum telat. Ajak customer diskusi, olah experiencenya.Mengambil keputusannya terlalu cepat mereka. Semoga semua kembali baik2 saja," tambahnya.
Baca Juga: Viral Es Teh Indonesia Somasi Pelanggan, Pria Ini Beri Saran Agar Kritik Diubah Jadi Peluang
Sejumlah warganet pun ikut berkomentar terhadap cuitan dr Tirta.
"Ya udah telat dok mau ditarik juga pihak kostumer sudah melakukan apa yang di suruh pihak brand. Sudah terlanjur dilihat banyak publik. Kemarin mereka emang pengen somasi beberapa pihak bilang jangan main somasi tapi here we go buktinya tetep mereka lakukan," tulis seorang warganet.
"Sepakat dok, somasinya juga tidak menjawab kandungan formula gizinya berapa. Harusnya kalau mau pakai cara hukum, bisa ditambahkan poin ini dan poin mengajak untuk mediasi secara langsung," ungkap warganet lainnya.
"Iya padahal si esteh bisa keluarin produk baru tanpa gula terus bls tweet si bapak ini dengan sopan dulu, 'maaf atas ketidaknyamanannya, atas komplain bapak kami jadi terinspirasi dan buat produk barh tanpa gula, jangan lupa buat di beli yaaa.. semoga suka'," cuit warganet lain.
Kontributor: Ismoyo Sedjati
Berita Terkait
-
Viral Es Teh Indonesia Somasi Pelanggan, Pria Ini Beri Saran Agar Kritik Diubah Jadi Peluang
-
Gosip Artis Hari Ini: Garasi Raffi Ahmad Disorot, Ernest Prakasa Sentil Soal Es Teh Indonesia
-
Pro Kontra Esteh Indonesia Tinggi Gula, Ketua PDGI Sampai Angkat Bicara
-
Deretan Fakta Kasus Es Teh Indonesia, Dikritik Terlalu Manis hingga Beri Somasi
-
Apa Itu Somasi? Kritik Konsumen ke Es Teh Indonesia Berujung Ranah Hukum
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi