SuaraJogja.id - Gelaran Kustomfest 2022 bakal dihelat di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta pada 1-2 Oktober 2022. Pada gelaran ini tentunya pengunjung akan dipertontonkan modifikasi otomotif baik dalam negeri maupun luar negeri.
Tak sedikit pengunjung yang mengincar hadiah lucky draw dari Kustomfest 2022 ini. Pada event-event sebelumnya, hadiah lucky draw berupa motor modifikasi. Namun kali ini ada yang berbeda dengan yang biasanya.
Hadiah lucky draw di Kustomfest 2022 yakni sebuah motor listrik modifikasi bergaya chopper. Motor kustom elektrik ini garapan Lulut ‘LT’ Wahyudi, owner sekaligus builder Retro Classic Cycles yang disiapkan untuk pengunjung Kustomfest 2022 dengan membeli tiket masuk seharga Rp 100 ribu saja.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi tim Retro Classic Cycles selama untuk membuat sebuah karya kustom dengan menggunakan tenaga listrik sekaligus menjadi trigger buat yang lain dalam membangun motor kustom listrik. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan, kami juga banyak belajar soal teori dari para akademisi serta beberapa pihak lain soal elektrifikasi ini. Karena selama ini kita main dengan mesin combustion atau bahan bakar fossil dari mulai jenis V-twin, Boxer hingga mesin pesawat. Kalau soal frame, suspensi springer, penggerak itu makanan kita sehari-hari di RCC untuk development. Setelah adanya motor ini, bisa jadi muncul versi- versi lainnya dengan berbagai temuan inovasi dari kita nanti,” ujar Lulut.
Chopper Electric Bike ini ditenagai motor drive Mid Drive V3 serta baterai 72V 24AH Dual yang bisa menempuh jarak sejauh 200 Km dengan tiga mode riding.
Soal gaya chopper, Lulut menambahkan bahwa style ini menjadi representasi gaya dari kreasi Retro Classic Cycles selama 20 tahun berkarya.
“Ini karya pertama motor kustom kita dengan penggerak listrik, kita maunya ada taste berupa chopper Frisco di motor ini sesuai dengan ciri khas bengkel RCC,” tambahnya.
Proses pengerjaan motor kustom elektrik ini memakan waktu 1,5 bulan dimulai dengan konsep hingga ujicoba beberapa part elektriknya.
Dari proses corat-coret desain pada perjalanannya banyak berubah, apalagi motor listrik kita belum pernah kerjakan sebelumnya, jadi trialnya kita kalkulasi semuanya sampai sekarang.
Baca Juga: Drone Pengantar Makanan di Australia Menyangkut di Kabel Listrik
Ia menambahkan hal yang paling sulit adalah soal baterai, karena kita sudah menyiapkan tempat khusus untuk pembuatannya, tapi kita akhirnya pakai yang sudah ada mengingat waktu.
Meski demikian Lulut menambahkan bahwa dia terus memikirkan dampak lain dari penggunaan motor listrik terutama dari sampah limbah baterai.
“Pengunjung yang membeli tiket KUSTOMFEST 2022 ini bisa mendapatkan kesempatan membawa pulang motor ini dan menjadi sejarah lahirnya motor chopper bertenaga listrik karya RCC, “ tutup Lulut.
Berikut spesifikasi lengkap Chopper Electric Bike yang merupakan hadiah lucky draw Kustomfest 2022.
Frame
- Frame Chopper Rigid by RCC
Driver
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana