SuaraJogja.id - Para petinggi Real Madrid, termasuk Florentino Perez dan Socios Real Madrid lainnya mengheningkan cipta sejenak saat pertemuan umum dengan Socios. Hal itu dilakukan untuk mengenang tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang saat Arema FC menghadapi tim tamu Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022).
Pertemuan umum klub dengan Socios membahas keuangan, evaluasi dan perkembangan klub sejauh ini. Petinggi Real Madrid Florentino Perez mengucapkan belasungkawa atas jatuhnya ratusan korban jiwa di usai pertandingan tersebut.
"I want to commemorate the victims of a tragedy that occurred in the last few hours, in a stadium in Indonesia, where more than a hundred people have lost their lives. Our deepest condolences to all their families. [Saya ingin mengenang para korban tragedi yang terjadi dalam beberapa jam terakhir, di sebuah stadion di Indonesia, di mana lebih dari seratus orang telah kehilangan nyawanya. Belasungkawa terdalam kami untuk semua keluarga mereka]," katanya saat membuka acara dikutip dari akun Twitter @MadridXtra, Minggu (2/10/2022)
Kabar tersebut menuai komentar haru dari warganet Indonesia.
"Gila Negara lain yg jauh aja punya sikap begini. Lah disini boro-boro, malah lagi pada berusaha cuci tangan dan salahin suporter!!!," tulis RamzSoegih.
"Negara lain jauh lebih beretika salut luar biasa," tulis Tuarik.
"Betapa menyedot perhatian dunia, Indonesia menjadikan sepak bola ladang bisnis semata kah, jika ia, saya tidak percaya sebab bisnis harus dikelola secara profesional bukan main-main, apa yang anda jual sebaiknya dapat dipertanggungjawabkan dari berbagai aspek termasuk antispasi rush," tulis Teguh.
"Di Indonesia pejabatnya sibuk bkin ucapan duka disertai foto yg nggak ada nyambung-nyambungnya," sindir warganet lain.
"Malu sih sepak bola Indonesia. Indonesia di kenal di luar negeri bukan karena bagusnya tapi karena bobroknya sepak bola kita," sergah Wildan.
"Diluar ikut berduka terjadinya tragedi. Dan ada seorang pejabat yang masih sempet-sempetnya mikirin gelaran sepak bola lainya," tulis Achmad Kusnanto.
"Yuhuuu pejabat Indonesia mana mikir empathy mereka udah hilang, gamau disalahin padahal dosa udah ditanggung akibat keputusan ga mikirin org banyak," tulis Nia.
Hingga kini jumlah korban meninggal dunia dalam insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang dipastikan sebanyak 125 orang. Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa terdapat nama ganda yang tertera sebelumnya sehingga awal jumlah korban yang diketahui publik berjumlah 127 orang.
Listyo juga menyebutkan bahwa korban yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut berjumlah 302 orang dan 21 orang luka berat
Kontributor : Ismoyo Sedjati
Berita Terkait
-
Jawaban Kapolri Soal Kritik Penggunaan Gas Air Mata yang Disinyalir Memicu Tragedi Kanjuruhan
-
Kenang Tragedi Kanjuruhan, Bendera Merah Putih dengan Pita Hitam Hiasi Papan Skor Laga Espanyol vs Valencia Hari Ini
-
Aremania Deadline Polisi 7 Hari Seret Tersangkanya, Jika Tidak Ribuan Suporter Bakal Turun Cari Sendiri Dalangnya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ngeri! Ular Sanca 3,5 Meter Mendadak Muncul di Bawah Genting Warga Tempel Sleman
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Halaman 224 Kurikulum Merdeka
-
Dukung Asta Cita, BRI Fokuskan KUR untuk Perkuat Sektor Riil
-
Gustan Ganda di Sidang Tipikor: Dana Hibah Pariwisata Bukan Strategi Pemenangan Pilkada Sleman 2020
-
UU Keistimewaan DIY Tinggal Cerita Sejarah, GKR Hemas Desak Masuk Pembelajaran Sekolah