- Dinkes Sleman siagakan fasilitas kesehatan hadapi lonjakan mobilitas mudik Lebaran 2026, fokus pada darurat dan persalinan.
- Puskesmas beroperasi 24 jam atau diperpanjang; layanan SES siap tangani kegawatdaruratan dengan dukungan ambulans.
- Kesiapan khusus penanganan kematian ibu dilakukan melalui pemantauan ibu hamil dan penguatan rujukan PONEK di tujuh rumah sakit.
SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memastikan kesiapsiagaan seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di wilayahnya. Hal ini untuk menghadapi lonjakan mobilitas warga pada masa mudik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menuturkan fokus utama pelayanan diarahkan pada penanganan kegawatdaruratan, persalinan berisiko, serta kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus baru di tengah masyarakat.
Disampaikan Cahya, bahwa seluruh Puskesmas dengan fasilitas rawat inap akan beroperasi penuh selama 24 jam seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk Puskesmas non-rawat inap, jam operasional akan diperpanjang mulai pukul 07.30 hingga 19.00 WIB pada periode 18 hingga 24 Maret 2026.
"Jadwal piket di luar jam kerja Puskesmas dengan piket jaga sesuai standar," kata Cahya, dikutip, Rabu (18/3/2026).
Dinkes Sleman turut mengoptimalkan layanan Sleman Emergency Services (SES). Layanan ini menjadi garda terdepan untuk menangani kasus kegawatdaruratan mendadak, termasuk serangan jantung, yang didukung oleh armada ambulans transport di 25 Puskesmas.
Layanan SES dapat dimanfaatkan masyarakat melalui nomor 860-9000 atau 0811-2668-900.
Selain kesiapan infrastruktur, Dinkes Sleman memberikan perhatian khusus pada angka kematian ibu yang tercatat sebanyak sembilan kasus pada tahun 2025.
Fenomena kasus dari luar wilayah serta kehamilan tidak dikehendaki (KTD) menjadi tantangan utama. Sehingga pemantauan terhadap ibu hamil yang baru masuk ke Sleman akan diperketat.
Baca Juga: Tak Perlu Bingung Cari Parkir di Kota Jogja, Wisatawan Kini Bisa Cek Secara Real-Time Lewat HP
Terlebih saat libur Lebaran kali ini dengan skema rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di 7 rumah sakit dan 10 Puskesmas rawat inap.
Sejumlah rumah sakit di Sleman telah disiapkan sebagai rujukan untuk penanganan emergency maternal itu mulai dari RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakina Idaman, serta RSU PKU Muhammadiyah Gamping.
Upaya preventif turut dilakukan melalui pemantauan Hari Perkiraan Lahir (HPL) bagi ibu hamil oleh tiap Puskesmas.
"Tujuannya untuk menurunkan angka kematian ibu maupun angka kematian bayi dengan penanganan yang komprehensif, cepat, dan juga terintegrasi," ucapnya.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular seperti Super Flu dan virus Nipah turut ditingkatkan. Meskipun belum ditemukan kasus di Sleman, Cahya mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan gaya hidup sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation