Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 18 Maret 2026 | 20:11 WIB
Ilustrasi dokter dinkes sleman [Freepik]
Baca 10 detik
  • Dinkes Sleman siagakan fasilitas kesehatan hadapi lonjakan mobilitas mudik Lebaran 2026, fokus pada darurat dan persalinan.
  • Puskesmas beroperasi 24 jam atau diperpanjang; layanan SES siap tangani kegawatdaruratan dengan dukungan ambulans.
  • Kesiapan khusus penanganan kematian ibu dilakukan melalui pemantauan ibu hamil dan penguatan rujukan PONEK di tujuh rumah sakit.

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memastikan kesiapsiagaan seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di wilayahnya. Hal ini untuk menghadapi lonjakan mobilitas warga pada masa mudik Lebaran 2026. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menuturkan fokus utama pelayanan diarahkan pada penanganan kegawatdaruratan, persalinan berisiko, serta kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus baru di tengah masyarakat.

Disampaikan Cahya, bahwa seluruh Puskesmas dengan fasilitas rawat inap akan beroperasi penuh selama 24 jam seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Sementara itu, untuk Puskesmas non-rawat inap, jam operasional akan diperpanjang mulai pukul 07.30 hingga 19.00 WIB pada periode 18 hingga 24 Maret 2026.

"Jadwal piket di luar jam kerja Puskesmas dengan piket jaga sesuai standar," kata Cahya, dikutip, Rabu (18/3/2026).

Dinkes Sleman turut mengoptimalkan layanan Sleman Emergency Services (SES). Layanan ini menjadi garda terdepan untuk menangani kasus kegawatdaruratan mendadak, termasuk serangan jantung, yang didukung oleh armada ambulans transport di 25 Puskesmas.

Layanan SES dapat dimanfaatkan masyarakat melalui nomor 860-9000 atau 0811-2668-900.

Selain kesiapan infrastruktur, Dinkes Sleman memberikan perhatian khusus pada angka kematian ibu yang tercatat sebanyak sembilan kasus pada tahun 2025. 

Fenomena kasus dari luar wilayah serta kehamilan tidak dikehendaki (KTD) menjadi tantangan utama. Sehingga pemantauan terhadap ibu hamil yang baru masuk ke Sleman akan diperketat.

Baca Juga: Tak Perlu Bingung Cari Parkir di Kota Jogja, Wisatawan Kini Bisa Cek Secara Real-Time Lewat HP

Terlebih saat libur Lebaran kali ini dengan skema rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) di 7 rumah sakit dan 10 Puskesmas rawat inap.

Sejumlah rumah sakit di Sleman telah disiapkan sebagai rujukan untuk penanganan emergency maternal itu mulai dari RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakina Idaman, serta RSU PKU Muhammadiyah Gamping.

Upaya preventif turut dilakukan melalui pemantauan Hari Perkiraan Lahir (HPL) bagi ibu hamil oleh tiap Puskesmas. 

"Tujuannya untuk menurunkan angka kematian ibu maupun angka kematian bayi dengan penanganan yang komprehensif, cepat, dan juga terintegrasi," ucapnya.

Di sisi lain, kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular seperti Super Flu dan virus Nipah turut ditingkatkan. Meskipun belum ditemukan kasus di Sleman, Cahya mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan gaya hidup sehat.

Load More