- Promosi PSS Sleman ke Super League memicu laga Derby DIY melawan PSIM Yogyakarta pada musim mendatang.
- Bupati Sleman mengajak suporter kedua tim mengedepankan persaudaraan dan meninggalkan rivalitas negatif demi menjaga kedamaian daerah.
- Pemerintah daerah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keamanan dan memperjuangkan izin kapasitas penonton penuh di stadion.
SuaraJogja.id - Promosinya PSS Sleman ke kasta tertinggi Super League memastikan kembalinya laga sarat gengsi bertajuk Derby DIY pada musim mendatang.
Tim berjuluk Super Elang Jawa itu sudah dinanti oleh PSIM Yogyakarta yang lebih dulu promosi pada musim lalu.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya berharap momentum ini menjadi titik balik bagi hubungan antar suporter di Yogyakarta untuk mengedepankan sportivitas dan semangat persaudaraan. Ia menekankan bahwa pertemuan antar tim satu daerah ini harus disikapi dengan kepala dingin.
"Ya mudah-mudahan Allah memudahkan, hati tidak ada masalah. Karena semangat kami adalah seduluran," kata Harda, Senin (4/5/2026).
Disampaikan Harda, penting bagi seluruh elemen suporter, baik pendukung PSS Sleman maupun PSIM Yogyakarta, untuk beranjak dari sejarah rivalitas kelam di masa lalu. Baginya, kompetisi olahraga harus dipandang sebagai ajang prestasi yang menyatukan, bukan memecah belah.
"Olahraga ini sebagai bentuk kompetisi yang harus dipahami oleh semua pihak. Artinya suporter PSIM, suporter PSS, untuk melupakan masa-masa lalu. Ada rivalitas yang tidak sehat harus dihilangkan, karena apa pun kita saudara," tegasnya.
Bupati turut menyoroti realitas di lapangan di mana basis pendukung kedua tim sebenarnya sudah saling beririsan di berbagai wilayah, baik di Sleman maupun di Kota Yogyakarta.
Ke depan pihaknya berencana melakukan langkah preventif dengan menjalin komunikasi intensif bersama Pemerintah Kota Yogyakarta dan aparat terkait.
"Bahkan PSS itu ada yang di kota pendukungnya, kemudian PSIM juga ada yang di Sleman. Nah, ini loh, kami akan berkoordinasi juga dengan Pak Wali Kota untuk menyongsong ke depan derby itu untuk nanti aman-aman, tidak ada masalah," ujarnya.
Baca Juga: Operasi Lutut, Ferrel Arda Santoso Absen Bela PSS Sleman hingga Akhir Musim
Selain masalah rivalitas, Harda menaruh perhatian besar pada aspek perizinan pertandingan. Ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan kepercayaan lebih terkait kuota penonton.
Hal itu mengingat dukungan langsung di stadion sangat krusial bagi finansial klub di kasta Super League.
"Kami juga berharap nanti pihak keamanan terus bisa, nuwun sewu ini, mengevaluasi selama ini izin-izin yang dikeluarkan untuk kuota. Karena apa pun PSS juga perlu pemasukan," ungkapnya.
Guna memastikan kenyamanan selama kompetisi Super League, Pemkab Sleman berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak kepolisian.
Target utamanya adalah menciptakan iklim pertandingan yang kondusif sehingga izin kapasitas penonton seratus persen bisa didapatkan kembali.
"Sehingga saya yakin dengan potensi yang luar biasa ini, mudah-mudahan antara nanti pihak keamanan, kemudian Pemkab Sleman bisa kolaborasi dengan baik pada saat pertandingan itu dilaksanakan. Sehingga tidak ragu-ragu lagi nanti Polresta mengeluarkan izin dengan kapasitas penuh. Saya berharap seperti itu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja