- Kenaikan harga BBM dan material plastik global memicu lonjakan biaya distribusi serta pengemasan petani di Yogyakarta.
- Data BPS DIY mencatat Nilai Tukar Petani pada April 2026 turun 2,89 persen akibat kenaikan biaya operasional.
- Sektor peternakan paling terdampak penurunan kesejahteraan karena lonjakan biaya transportasi yang memengaruhi harga pakan ternak.
SuaraJogja.id - Gelombang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan material plastik di pasaran global mulai memberikan pukulan telak bagi sektor pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Para petani kini berada dalam posisi makin terjepit. Meskipun produksi di lahan relatif aman, mereka harus menghadapi kenyataan pahit: biaya operasional untuk distribusi dan pengemasan hasil panen melonjak tajam, menggerus pendapatan mereka secara signifikan.
Indikasi nyata merosotnya kesejahteraan petani ini terekam jelas dalam data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DIY.
Nilai Tukar Petani (NTP) indikator utama daya beli petani pada April 2026 tercatat anjlok ke angka 106,53. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Fenomena ini terjadi karena "gunting harga" yang makin lebar: harga yang diterima petani dari penjualan hasil panen menurun, sementara indeks harga yang harus mereka bayar untuk biaya produksi justru merangkak naik.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho di Yogyakarta, Selasa (5/5/2026), mengonfirmasi kondisi sulit ini. Ia mengakui bahwa meskipun produksi stabil, komponen biaya penunjang distribusi menjadi biang kerok tekanan finansial petani.
"Untuk pemasaran produk, ada beberapa komoditas yang membutuhkan dukungan produk lain dan memang ditemukan ada perubahan, seperti kenaikan harga plastik," ungkapnya.
Aris memberikan contoh konkret dampak kenaikan ini pada komoditas tebu yang dipasok ke Pabrik Gula Madukismo.
Berdasarkan kesepakatan terbaru, tarif angkut tebu untuk jarak 0–15 kilometer naik sekitar 3 persen, dari Rp2.823 menjadi Rp2.908 per kuintal pada tahun 2026.
Baca Juga: Long Weekend May Day di Jogja: Siapkan Payung, Hujan Ringan Diprediksi Guyur Kota Pelajar
Tak hanya itu, petani juga "tercekik" oleh kenaikan biaya kemasan. Potongan untuk karung plastik melonjak signifikan sekitar 8,7 persen.
"Kalau pada 2025 biaya karung plastik berada di angka Rp4.380 per kuintal, pada 2026 naik menjadi Rp4.764 per kuintal," jelas Aris merinci beban tambahan yang harus ditanggung petani.
Senada dengan itu, Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menyoroti bahwa tekanan biaya produksi ini didorong oleh naiknya harga komponen vital seperti solar, minyak goreng, hingga plastik transparan atau mulsa untuk hortikultura.
Solar, sebagai nadi operasional mesin pertanian dan transportasi, memberikan dampak paling luas.
"Kenaikan harga BBM membuat biaya operasional pengolahan lahan dan distribusi hasil panen meningkat," tegasnya.
Data BPS juga menunjukkan subsektor peternakan menjadi yang paling terpukul dengan penurunan NTP mencapai 6,87 persen akibat lonjakan harga pakan yang dipengaruhi biaya transportasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja