Budi Arista Romadhoni
Selasa, 05 Mei 2026 | 15:21 WIB
Ilustrasi pertanian berkelanjutan.(Pexels/Lokman Hossain)
Baca 10 detik
  • Kenaikan harga BBM dan material plastik global memicu lonjakan biaya distribusi serta pengemasan petani di Yogyakarta.
  • Data BPS DIY mencatat Nilai Tukar Petani pada April 2026 turun 2,89 persen akibat kenaikan biaya operasional.
  • Sektor peternakan paling terdampak penurunan kesejahteraan karena lonjakan biaya transportasi yang memengaruhi harga pakan ternak.

Meskipun pemerintah pusat masih menggelontorkan subsidi pupuk untuk tahun anggaran 2026, termasuk 45.524 ton urea dan 42.777 ton NPK untuk DIY tekanan di sektor hilir seperti distribusi dan pengemasan tetap menjadi tantangan berat yang harus dihadapi para pahlawan pangan di Yogyakarta saat ini. Pemerintah daerah kini berupaya menjaga stabilitas lewat bantuan sarana produksi dan operasi pasar untuk menopang harga.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Load More