- Polresta Yogyakarta menerapkan sistem parkir QR Code untuk memantau ketersediaan lahan secara langsung selama libur Lebaran.
- Data parkir milik pribadi, swasta, dan pemerintah diinventarisir untuk diperbarui secara *real-time* melalui pemindaian kode.
- Sebanyak 700 personel disiagakan, dan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menjelang puncak kunjungan H+1.
SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta menyiapkan sistem pemantauan parkir berbasis QR Code untuk mengantisipasi kemacetan parah di kawasan Malioboro selama libur Lebaran. Inovasi ini memungkinkan wisatawan memantau ketersediaan lahan parkir secara langsung.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menegaskan bahwa langkah digitalisasi ini diambil untuk mengatasi kendala klasik minimnya lahan parkir yang kerap memicu antrean kendaraan di jalur utama.
"Memang salah satu kendala kita di Yogyakarta adalah minimnya lahan parkir," kata Pandia, Selasa (17/3/2026).
Melalui pindaian tersebut, masyarakat dapat memantau ketersediaan slot parkir secara langsung tanpa harus berkeliling mencari tempat yang kosong.
Jajaran kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta telah menginventarisir lokasi-lokasi parkir. Baik milik pribadi, swasta maupun pemerintah
Data itu dimasukkan dalam QR code yang akan disebar di beberapa titik. Melalui sistem tersebut, data tempat parkir akan terus diperbarui secara berkala dalam hitungan menit guna menjamin akurasi informasi di lapangan.
"Itu nanti bisa di-input melalui QR code parkir, sehingga nanti masyarakat begitu masuk Jogja, ada di banner itu QR code, langsung tinggal di-scan saja. Mereka akan muncul data real-time per 10 atau 15 menit di lahan-lahan parkir mana yang masih kosong tentunya," tuturnya.
Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, Polresta Yogyakarta juga telah menyiapkan skema rekayasa jalan. Meski demikian, penerapan penutupan arus atau pengalihan jalur akan dilakukan secara fleksibel.
Pihak kepolisian tidak akan langsung melakukan penutupan total. Melainkan menyesuaikan dengan kondisi riil di titik-titik rawan macet.
Baca Juga: Siaga Penuh! Sleman Siapkan Tim Khusus 'Ngebut' Tambal Jalan Berlubang Jelang Mudik Lebaran 2026
"Tetap ada rekayasa tentunya, tetapi situasional di lapangan. Kita akan melihat langkah-langkah terbaik, akan kita koordinasikan dengan instansi terkait khususnya dari Dishub tentunya," ucapnya.
Puncak Kunjungan H+1
Mengenai prediksi puncak kunjungan, pihak kepolisian memperkirakan kepadatan di area Malioboro akan mulai terlihat signifikan pada satu hari setelah hari raya Idulfitri.
Tren wisatawan biasanya mengunjungi objek wisata alam di luar Kota Yogyakarta pada siang hari. Sebelum akhirnya menuju pusat kota pada sore dan malam hari.
"Kemungkinan nanti H+1 mulai ya, H+1 mungkin mulai masyarakat nanti pagi, siang, sorenya mungkin mereka ke daerah Gunungkidul atau Parangtritis, sorenya nanti akan kembali, pasti ke Malioboro, biasanya seperti itu," ungkapnya.
Pandia menuturkan sebanyak 700 petugas kepolisian akan disiagakan di sejumlah pos pengamanan dan titik-titik keramaian. Personel tersebut akan bertugas untuk mengawal keamanan sekaligus membantu kelancaran lalu lintas selama masa libur panjang berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi