- Polresta Yogyakarta akan menyekat akses masuk kota pada malam takbiran untuk mencegah penumpukan massa dan kemacetan.
- Penyekatan ini akan dikoordinasikan dengan polres wilayah tetangga agar takbiran terlaksana di wilayah masing-masing.
- Petugas juga akan mengedukasi masyarakat mengenai larangan penggunaan petasan dan pembatasan pengeras suara.
SuaraJogja.id - Polresta Yogyakarta bakal melakukan penyekatan akses masuk menuju jantung kota pada malam takbiran mendatang. Skema ini dilakukan guna mencegah terjadinya penumpukan massa dan kemacetan total di pusat keramaian.
"Ya, tetap kita akan melaksanakan penyekatan khususnya yang dari luar kota mungkin akan kita sekat nanti. Sehingga kita melaksanakan pengamanan malam takbir khusus di dalam kota," kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, Rabu (18/3/2026).
Melalui penyekatan di sejumlah titik perbatasan ini, diharapkan mobilitas masyarakat dari daerah sekitar dapat tersaring. Sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di dalam kota tetap terkendali.
"Tentunya kami juga akan koordinasi dengan polres-polres tetangga, baik itu Bantul, Sleman. Sehingga mereka juga masing-masing melaksanakan malam takbir di wilayahnya sendiri-sendiri," ucapnya.
Pandia menuturkan selain pengaturan lalu lintas, pengamanan tetap diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini mencakup kelompok masyarakat yang merayakan Idulfitri pada waktu yang berbeda-beda, termasuk saat pelaksanaan takbiran pemerintah.
Selain penyekatan fisik, petugas di lapangan akan memberikan edukasi terkait penggunaan pengeras suara dan larangan petasan terlebih saat malam takbiran.
Aturan itu merujuk pada edaran Wali Kota Yogyakarta demi menjaga kekhusyukan malam lebaran.
"Wali Kota juga sudah memberikan edaran bahwa dilarang untuk menggunakan mercon ataupun petasan," tegasnya.
"Kita berikan juga imbauan kepada masyarakat agar menggunakan sound juga seperlunya saja," imbuhnya
Baca Juga: Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap mengedepankan aspek keselamatan saat berkendara. Sehingga masyarakat bisa merayakan hari raya bersama keluarga dalam kondisi sehat.
"Tentunya kita memberikan imbauan agar masyarakat semua tertib. Ini merupakan hari kemenangan setelah melewati ibadah bulan puasa, agar kita sama-sama saling menjaga keselamatan diri sendiri, tertib berlalu lintas tentunya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Terkini
-
Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
-
Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten
-
Anak Balita Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sleman
-
Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026
-
Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan