Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 09 Oktober 2022 | 13:27 WIB
Skripsi Soe Hok Gie. (Instagram/@kampusindonesia)

SuaraJogja.id - Seorang warganet melihat skripsi di salah satu Universitas Indonesia mahasiswa tahun di tahun 60-an dan kaget saat melihat salah satu skripsi di yang dipajang di perpustakaan tersebut. 

Dalam video yang diunggah akun @kampusindonesia di media sosial Instagram ini terlihat seorang warganet mendapati sebuah skripsi mahasiswa di tahun lampau.

Terlihat dalam video tersebut, warganet ini mengambil salah satu skripsi yang akan dilihatnya berwarna biru dan tidak nampak seperti skripsi saat ini yang memakai hard cover. 

Skripsi yang sangat tipis dan sudah dalam keadaan kertas yang lusuh ini dibawa ke luar rak untuk dilihat. 

Baca Juga: Mengenang Soe Hok Gie: Ikon Idealisme di Era 66 dan Awal Orde Baru

Namun saat dilihat, warganet ini menemukan skripsi salah satu aktivis Indonesia Soe Hok Gie

Aktivis yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto. Ia adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Jurusan Sejarah tahun 1962–1969. 

Terlihat warganet tersebut membuka-buka skripsi yang diketik menggunakan mesin ketik, melihat hal tersebut warganet sangat takjub.

Selain skripsi tersebut merupakan tokoh terkenal, warganet tersebut juga takjub dengan warganet yang mengetik skripsi dengan mesin ketik karena jika salah ketik tidak akan bisa dihapus dan harus mengulang dari awal. 

Unggahan video ini lantas viral dan mendapatkan berbagai komentar dari warganet di Instagram. 

Baca Juga: 3 Tokoh Dunia Meninggal Saat Mendaki, Soe Hok Gie di Gunung Semeru

"Gak kebayang udh ngetik banyak 1 halaman trus ada yg typo," tulis salah satu warganet. 

Load More