SuaraJogja.id - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya gas air mata yang sudah kadaluarsa saat Tragedi Kanjuruhan terjadi, Sabtu (1/10/2022) malam.
Dalam keterangannya, Irjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa gas air mata yang ditembakkan saat Tragedi Kanjuruhan sudah kadaluarsa, namun ia belum tahu secara pasti berapa jumlahnya.
"Ya ada beberapa yang diketemukan ya. Yang tahun 2021, ada beberapa ya. Saya belum tahu jumlahnya tapi masih didalami oleh labfor," ujar Dedi Prasetyo.
Penembakan gas air mata dituding menjadi salah satu penyebab utama nyawa ratusan korban melayang dalam Tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 musim 2022/2023.
Ditemukannya gas air mata yang sudah kadaluarsa saat ditembakkan pada Tragedi Kanjuruhan membuat penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia merasa murka kepada pihak kepolosian. Bahkan tak jarang dari mereka yang tersulut emosi dan mendoakan keburukan kepada kepolisian.
"Se-tega itu kalian pak? bayangin kalo yang di tribun itu keluarga anda," ungkap salah seorang netizen.
"Niat kali nembak pake yang kadaluarsa, apakah biaya untuk itu kurang atau lari kemana?" Tanya netizen yang lain.
"Jadi duit amunisinya kemana kalo yg lama msh dipake? Bukannya ada dana tiap taunnya buat beli amunisi baru kalo amunisi lama udh ga layak??" Tanya netizen lainnya.
"Berarti ini bisa dibilang pelanggaran ham dong? Kaya waktu pak mahfud bilang bisa lapor komnas HAm," tanya netizen lain.
Baca Juga: Kepolisian Malang Kota Sujud Massal Minta Ampun Atas Tragedi Kanjuruhan
"Ibarat makanan yang sehat kalau kadarluarsa malah jadi racun, lah ini gimana ceritanya," ucap netizen satunya.
"Yang nggak kadaluarsa aja sakit bet kena mata apalagii yang udah kadaluarsa! Agak lain emang,"ujar netizen lainnya.
Hingga saat ini kasus Tragedi Kanjuruhan sedang diusut oleh pihak tim investigasi yang dibentuk oleh pemerintah langsung. Semua masyarakat, baik dari kalangan suporter hingga netizen berharap adanya keadilan atas Tragedi Kanjuruhan yang telah menelan ratusan korban tak bersalah nyawanya melayang.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku