SuaraJogja.id - Tiga pengendara sepeda motor terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Pakem-Turi, Padukuhan Cepet, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Senin (10/10/2022).
Akibat insiden kecelakaan tersebut, satu orang pengendara berusia 19 tahun meninggal dunia.
Kanit Laka Lantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono mengatakan, peristiwa bermula ketika sepeda motor bebek jenama Honda 'Grand' yang dikendarai YS (64) warga Pakem, melaju di Jalan Pakem - Turi dari arah barat ke timur.
"Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor tersebut bermaksud menyeberang ke kanan dan sudah menyalakan lampu sein," ujarnya, Senin.
Kemudian dalam waktu bersamaan, dari arah barat ke timur muncul sepeda motor jenama Yamaha 'Jupiter' yang dikendarai RM (19).
"Pengendara melaju dengan kecepatan tinggi. Pengendara tersebut bermaksud mendahului dari arah sebelah kanan," sebutnya.
Saat itu, jarak antara sepeda motor Grand dengan motor Jupiter sudah terlalu dekat, sehingga benturan tidak bisa dihindari.
Setelah berbenturan, sepeda motor Jupiter oleng dan terjatuh ke lajur kanan.
"Saat bersamaan dari arah sebaliknya, melaju sepeda motor jenama Honda jenis matik yang dikendarai AN [21] warga Banjarnegara," terangnya.
Baca Juga: Dorong Pemberdayaan UMKM, 31 Pelaku Usaha di Sleman Dapat Pelatihan Pengembangan Usaha
Sepeda motor matik tidak bisa menghindar sehingga berbenturan dengan sepeda motor Jupiter. Pada akhirnya peristiwa nahas itu tak dapat terhindarkan.
Akibat laka tersebut, RM pengendara Jupiter mengalami cedera kepala berat dan meninggal dunia.
Sementara itu YS mengalami luka lecet pada kaki kiri, jari kelingking, jari tengah tangan sebelah kanan patah dan memar tangan kiri.
"Korban menjalani rawat inap di di RS Panti Nugroho," kata Catur.
Sementara itu, pengendara motor matik, AN, mengalami luka lecet di lutut dan telapak tangan, memar di pergelangan tangan dan rawat jalan.
"Kasus kecelakaan ini ditangani Satlantas Polresta Sleman," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Jargas Digenjot Demi Ketahanan Energi, Antara Manfaat Belum Merata dan Kesiapan yang jadi Tantangan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Bukan Lomba, Ribuan Warga Jogja Bersih-bersih Kali Code Sembari Mural untuk Rayakan HUT RI ke-81
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup