SuaraJogja.id - Bakal calon presiden yang diusung Partai Nasdem, Anies Rasyid Baswedan menyambangi para petani yang berada di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Mendapatkan kesempatan bertemu Anies, beberapa petani tak ragu mencurahkan keluh kesah yang mereka hadapi.
Seorang petani, Sutopo mengaku selama ini masih ada banyak kendala yang dihadapi di dunia pertanian. Terbaru ada persoalan mengenai bahan bakar minyak yang makin mahal dan sulit didapat.
"Kami petani menghadapai masalah bahan bakar bensin, pertalite yang sekarang sulit kita dapatkan. Saya mengharapkan yang akan datang dipermudah mendapatkan bahan bakar. Selama ini kita kesulitan mendapatkan itu," kata Sutopo saat berbincang bersama Anies Baswedan di Bulak Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Rabu (16/11/2022).
Selain persoalan BBM, disampaikan Sutopo, pupuk juga masih menjadi barang yang susah didapatkan. Apalagi harga pupuk non subsidi yang melambung tinggi.
"Terus untuk pupuk subsidi kami mengharapkan untuk tetap disalurkan karena dengan keadaan sekarang pupuk melambung harganya. Harga itu dari Rp500 ribu menjadi Rp1 juta. Sehingga kami untuk menggunakan pupuk subsidi yang disediakan oleh pemerintah," katanya.
Para petani di Bumi Binangun berharap ada realisasi perbaikan terkait masalah subsidi pupuk. Mengingat bukan hanya komoditas padi yang menjadi andalan tapi berbagai tanaman holtikultura lainnya misalnya bawang merah dan cabai.
Permasalahan lain yang dikeluhkan para petani adalah ketika musim panen raya tiba. Dengan jumlah barang yang banyak maka potensi harga yang dipermainkan tengkulak pun muncul.
"Pas musim panen raya itu karena posisi yang menanam banyak kita sering dipermainkan tengkulak, harganya jatuh. Ini kita harapkan ada peran dari pemerintah nanti seperti apa, alokasi dananya," terangnya.
Sementara itu, Anies Rasyid Baswedan menanggapi langsung keluhan para petani. Ia secara khusus menyoroti persoalan tengkulak tadi.
Disampaikan Anies, pihaknya pernah menangani persoalan serupa saat menjabat sebagai Gubernur DKI kemarin. Saat itu solusinya lewat program kerja dama dengan Gapoktan.
"Kami pernah melakukan itu di Jakarta untuk komoditas yang kami belanja. Memang kalau DKI belum pernah belanja kayu sengon, tapi kami belanja bawang merah, telur, padi. Jadi kami kerja dengan cara, kerja dengan gapoktan, lalu kita punya kontak langsung dengan kelompok tani," kata Anies.
"Sehingga ketika menanam itu sudah tenang dengan harga yang pasti, untuk beberapa tahun ke depan. Nah dengan itu juga kontraknya bisa dipakai untuk cari kredit, kredit untuk mekanisasi pertanian, lalu bisa untuk beli alat, karena dikerjakan bersama-sama," sambungnya.
Untuk masalah selanjutnya, Anies memastikan menampung berbagai persoalan lain dari para petani itu.
"Jadi memang sekarang kita sedang belanja masalah. Belanja supados [agar] terinventarisir, setelah terinventarisir lajeng mangke kita sedoyo diskusi langkah nopo ingkah paling tepat [setelah terinventarisir, kemudian nanti kita semua diskusi langkah apa yang paling tepat]," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh