SuaraJogja.id - Potensi resesi ekonomi dunia pada tahun 2023 terus menjadi perhatian semua pihak. Tidak terkecuali Indonesia yang turut berpotensi terdampak krisis tersebut.
Dari sisi kepariwisataan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengaku sudah menyiapkan sejumlah antisipasi terkait hal tersebut. Dengan tentu tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat.
"Antisipasi kami hanya terus meningkatkan kualitas destinasi wisata, meningkatkan kualitas jasa usaha pariwisata termasuk akomodasi hotel dan restoran, sekaligus mempromosikan dengan tetap gencar protokol kesehatan di masing-masing itu. Sehingga kita bisa menjamin kesehatan wisatawan yang datang ke Kota Jogja," kata Wahyu kepada awak media, Kamis (24/11/2022).
Potensi resesi itu pula yang membuat Dispar Kota Jogja belum menetapkan target kunjungan wisatawan di tahun depan. Sebab, kata Wahyu, ada beberapa hal yang penting untuk disiapkan terlebih dulu.
Diketahui pada tahun 2022 hingga Oktober lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Jogja sudah mencapai 5,8 juta. Itu jauh dari target Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tahun ini yang hanya 2 juta.
Jumlah itu diharapkan masih bisa meningkat hingga akhir tahun nanti. Paling tidak kemudian dapat menyentuh angka 7 juta kunjungan pada tahun ini.
"Kami belum mendapatkan target (kunjungan wisatawan 2023) dari Pemkot Jogja, karena bagaimana pun juga ada potensi resesi dunia juga di tahun 2023 itu harus diperhitungkan," ujarnya.
"Potensi resesi dunia yang nanti akan merembet ke resesi nasional semoga tidak tercapai sehingga angka kunjungan wisata tetap tinggi di sini," sambungnya.
Angka kunjungan wisatawan tinggi itu dinilai sesuatu yang cukup penting. Sebab juga berpotensi meningkatkan lama tinggal atau length of stay dan belanja wisatawan.
Baca Juga: Jadi Basis Pariwisata Indonesia, Bali Masuk Target Pengembangan Kendaraan Listrik Setelah Jakarta
"Jadi harapan kami seperti itu, karena angka kunjungan wisata yang tinggi ini harapannya adalah meningkatkan length of stay juga sekaligus meningkatkan belanja wisatawan atau turis expenditure yang akan menggerakan roda perekonomian di Kota Jogja," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta