Seorang wisatawan asal Ngawi Muhammad Aditya mengaku kaget ketika dicegat oleh warga untuk memarkir mobilnya. Ia bersama 7 orang temannya sesama dari Universitas Negeri Solo (UNS) harus berjalan cukup jauh.
"Kaget juga ke sini. Sudah ke sininya lewati jalan berbatu, eh mau sampai kok malam ditutup,"terang dia, Selasa (17/1/2023).
Aditya mengatakan jika memang ada konflik warga maka sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik. Tidak perlu melakukan aksi blokir jalan yang sebenarnya merugikan wisatawan ataupun juga warga setempat.
Dia berharap agar warga kembali membuka akses masuk ke pantai tersebut dan membuka blokade agar wisatawan bisa dengan leluasa jika ingin ke pantai Widodaren. Sehingga warga bisa kembali mendapatkan pemasukan.
"Kalo bisa ya segera dibuka. Sayang lho karena pantainya sudah dikenal masih perawan,"terang dia.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda