SuaraJogja.id - Seniman asal Yogyakarta, Djoko Pekik meninggal dunia di RS Panti Rapih, Sabtu (12/08/2023). Seniman yang terkenal dengan lukisan Berburu Celeng seharga Rp1 Miliar ini dinyatakan meninggal dunia pukul 08.19 WIB.
Humas RS Panti Rapih, Maria Vita saat dikonfirmasi Sabtu Siang membenarkan kabar tersebut. Seniman yang mengusung gaya lukisan realis-ekspresif ini dibawa ke Panti Rapih pada pukul 08.00 WIB.
"Bapak Joko Pekik datang ke IGD RS Panti Rapih dengan penurunan kesadaran sekitar pukul 08.00," jelasnya.
Menurut Vita, Djoko Pekik sudah dibawa ke kamar jenazah untuk dimandikan dan dirias. Jenazah kemudian dibawa ke Ruang Michael RS Panti Rapih.
Di ruangan pihak rumah sakit melakukan rawat jenazah. Setelah selesai akan dibawa ke rumah duka Djoko Pekik.
"Masih di ruang michael untuk rawat jenazah," ujarnya.
Pihak rumah sakit, lanjut Vita tidak bisa memberikan keterangan terkait diagnosa dari meninggalnya Djoko Pekik. Pihak rumah sakit mempersilahkan pihak keluarga.
"Untuk diagnosa, rumah sakit belum bisa memberikan keterangan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Djoko Pekik Meninggal Dunia, Butet: Beliau Sudah Lama Sakit-sakitan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup