- Istri Djaduk Ferianto melaporkan dugaan perusakan makam mertuanya oleh juru kunci di Pakuncen, Yogyakarta, pada Agustus 2026.
- Petra membayar uang sebesar Rp500 ribu setelah dimediasi pihak kepolisian agar permasalahan makam tersebut dapat segera selesai.
- Petra menuntut kejelasan status lahan makam dan regulasi pengelolaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
SuaraJogja.id - Makam mertua seniman mendiang Djaduk Ferianto di pemakaman umum wilayah Pakuncen, Kota Yogyakarta, diduga dirusak oleh juru kunci makam. Tak hanya itu, oknum itu disebut bahkan sempat diduga pula melakukan pemerasan untuk perawatan makam.
Istri Djaduk, Petra Ferianto, menuturkan kondisi makam yang rusak tersebut diketahui ketika ia datang untuk berziarah pada Selasa (11/8/2026)kemarin.
"Kemarinsaya nyekar, alhamdulillah pas ulang tahun saya toh, lho kok sareane ora ana (makamnya tidak ada) gitu kan," kata Petra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/8/2026).
Disampaikan Petra, makam ayahnya sudah berada di Pakuncen sejak 1971. Selama ini, ia mengaku hanya beberapa kali datang untuk berziarah, terutama saat Lebaran, Ruwahan, atau momen ulang tahun.
Selama itu pula tidak ada ketentuan yang ia ketahui mengenai kewajiban membayar sewa makam. Saat melihat kondisi makamkemarin, Petra mengaku kaget karena bagian nisan sudah dipotong.
Ia kemudian mencari juru kunci untuk meminta penjelasan, tetapi tidak langsung menemukannya karena tidak mengetahui alamat rumah juru kunci secara jelas.
Petra lantas mendatangi kantor kelurahan untuk mencari informasi. Namun, ia justru diminta menunjukkan blok dan nomor makam, sementara menurutnya makam ayahnya memang tidak memiliki informasi seperti itu.
"Saya terus ke kelurahan. Oleh kelurahan ditanya ini blok berapa nomor berapa, lha saya gak bisa jawab karena memang tidak ada," ungkapnya.
Dari kelurahan, Petra mendapat informasi bahwa kawasan makam tersebut tidak berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Yogyakarta dan pengelolaannya langsung berkaitan dengan juru kunci.
Baca Juga: Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan
Merasa kesulitan mencari juru kunci dan ingin persoalannya segera diselesaikan, ia kemudian mendatangi Polsek Wirobrajan dan membuat laporan.
Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi. Petra selanjutnya dipertemukan dengan juru kunci untuk membicarakan kondisi makam dan alasan makam tersebut dibongkar.
Persoalkan Pembayaran
Petra mengaku selama ini tetap memberikan uang ketika bertemu orang yang berada di makam dan membantu membersihkan area. Namun, ia mempertanyakan kepada siapa pembayaran tersebut seharusnya diberikan apabila memang terdapat kewajiban tertentu.
Persoalan pembayaran itu kemudian menjadi salah satu pembahasan ketika Petra bertemu juru kunci setelah didampingi polisi.
"Saya ke sana ketemu juru kuncine ibu-ibu, terus bilang begini, 'Niki nek mboten kula ngetenke jenengan rak mboten madosi kula toh?' (ini kalau tidak saya beginikan, kamu tidak akan mencari saya to) gitu," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku