SuaraJogja.id - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, mengungkapkan satu pemain Turkmenistan U-23 bernama Shamammet Hydyrow yang patut diwaspadai anak asuhnya pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Shin Tae Yong memang sebetulnya merasa yakin Timnas Indonesia U-23 bisa menumbangkan Turkmenistan pada laga yang akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Selasa (9/9/2023) malam hari WIB itu.
Namun demikian, hal itu tidaklah mudah. Pasalnya, menurut pelatih asal Korea Selatan itu, kualitas para pemain Turkmenistan U-23 dinilai sedikit lebih baik ketimbang Timnas Indonesia U-23.
Ia juga mewaspadai satu pemain Turkmenistan bernomor punggung 11, Shamammet Hydyrow, yang pada pertandingan melawan China Taipei U-23 pada Rabu (6/9/2023) sukses mencetak hattrick.
“Pemain nomor 11 punya skill yang sangat baik. Selain itu, beberapa pemain depan milik Turkmenistan juga punya kualitas yang cukup baik,” kata Shin Tae-yong ketika berjumpa awak media di sela-sela memimpin latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (10/9/2023).
Sebagai informasi, Shamammet Hydyrow merupakan pesepak bola muda yang tercatat lahir di Balkananad, Turkmenistan, pada 20 Januari 2001. Artinya, pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah itu berusia 22 tahun.
Sebetulnya, tidak ada banyak data yang bisa dihimpun untuk mendeskripsikan pemain andalan Timnas Turkmenistan U-23 ini. Sebab, tak ada banyak informasi yang disediakan oleh laman-laman seperti Transfermarkt.com.
Jika melihat nilai pasarnya, Shamammet Hydyrow sebetulnya bukan pemain yang punya banderol tinggi. Sebab, dia hanya dihargai sebesar 50 ribu euro atau jika dikonversi ke rupiah setara dengan Rp823 juta.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs Turkmenistan, Elkan Baggot Analisis Kekuatan Lawan
Saat ini, Shammamet Hydyrow berstatus sebagai pemain Kopetdag Ashgabat, klub kasta tertinggi Liga Turkmenistan yang sempat menjadi wakil negaranya di ajang Piala AFC 2022.
Sebelumnya, pemain berusia 22 tahun itu direkrut dari FK Altyn Asyr pada Januari 2022. Pada Piala AFC 2022 lalu, Shamammet Hydyrow juga sukses mencatatkan lima penampilan bersama klubnya.
Yang jelas, Hydyrow merupakan pemain yang menjadi ancaman utama bagi Timnas Indonesia U-23. Apalagi, dia sudah menebar ancaman sejak laga perdana.
Saat Turkmenistan U-23 menggasak Chinese Taipei U-23 dengan score 4-0, tiga gol di antaranya dicetak oleh pemain bernomor punggung 11 ini. Catatan hattricknya itu yang mesti menjadi perhatian utama.
Sebab, Hydyrow punya kualitas olah bola yang mumpuni. Ketajamannya untuk menjebol gawang lawan juga sudah terbukti di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
-
Bisa Dicontoh Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Ungkap Rahasia Bisa Tahan Imbang Irak di Waktu Normal 90 Menit
-
Ngeri-ngeri Sedap Nih Pemain Turkmenistan Nomor 11 Ini, Sampai Bikin Shin Tae-yong Gelisah
-
7 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Belum Bermain di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Termasuk Bek PSIS
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana