SuaraJogja.id - Selain masalah sampah yang tak kunjung ada solusinya, kasus bunuh diri dan kekerasan seksual nampaknya semakin marak di DIY. Pada awal Oktober 2023 ini tercatat sudah tiga orang di DIY yang melakukan aksi menghilangkan nyawa diri sendiri ini.
Sedangkan kasus kekerasan seksual terjadi di lingkungan pendidikan beberapa waktu terakhir. Tak hanya di perguruan tinggi, korban merupakan siswa di tingkat sekolah dasar dan menengah.
Karenanya Kemendikbudristek meminta perguruan tinggi (PT) untuk mengaktifkan Satuan Tugas (satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan pendidikan. Mereka diminta memberikan bimbingan konseling pada mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan mental akibat berbagai kasus seperti kekerasan seksual, perundungan, jadi korban pinjaman online atau pinjol ilegal.
"Kampus harus jadi tempat yang aman, dari bullying, kekerasan seksual. Ada permendikbud untuk mengatasi itu, kita sudah membentuk satgas di seluruh PTN dan PTS besar untuk pencegahan kekerasan seksual termasuk kekerasan fisik dan juga aman dari intoleransi," papar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (dirjen dikti), Kemendikbudristek, Nizam disela EduFair di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah V DIY, Minggu (08/10/2023).
Menurut guru besar UGM tersebut, keberadaan satgas di kampus sangat penting. Mengingat di DIY sekitar 60 persen mahasiswanya berasal dari luar provinsi.
Hal ini menunjukkan bahwa Yogyakarta merupakan kota yang menjadi tujuan pendidikan bagi banyak orang dari berbagai daerah. Beragamnya mahasiswa dari berbagai daerah juga menjadikan masalah semakin kompleks.
"Untuk itu, perlu ada upaya dari berbagai pihak untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai tempat yang aman, nyaman, dan sehat bagi pendidikan," paparnya.
Kampus, lanjut Nizam perlu menerapkan peraturan dan sanksi yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual, perundungan dan lainnya. Hal ini penting agar kasus-kasus kesehatan mental tidak semakin masif yang berakhir pada tindakan bunuh diri.
Keberagamaan juga perlu dihormati dan diapresiasi, tanpa mengabaikan keberagaman lain dalam kampus. Kualitas spiritual dapat memperkuat kesehatan jasmani dan rohani.
Baca Juga: Aktivitas Umrah Backpacker Dinilai Terlalu Berisiko, Kemenag DIY Siap Lakukan Pengawasan
"Dengan demikian, kita berupaya membangun kampus yang aman, sehat, dan nyaman bagi semua anggota civitas akademika untuk beraktivitas dan mengembangkan prestasi. Ini penting karena banyak mahasiswa yang datang dari luar kota, dan mereka perlu merasa diterima sebagai bagian dari komunitas kampus," imbuhya.
Berita Terkait
-
Justin Hubner Cetak Gol Bunuh Diri Bikin Wolves Malu dan Kacau Balau
-
Lebaran Usai, Dompet Nangis? Waspada Jebakan Pinjol yang Mengintai!
-
Penampakan Kim Jong Un Awasi Langsung Uji Coba Drone Bunuh Diri Baru Berbasis AI
-
Temui Pramono, Petinggi Muhammadiyah Curhat Mau Bangun Kampus Baru di Jakbar
-
Update Kasus Kekerasan Seksual Eks Kapolres Ngada: Komnas HAM Ungkap Temuan Baru, Apa Itu?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo