SuaraJogja.id - Seorang pria berinisial KBA (36) harus berurusan dengan polisi usai melakukan penganiayaan di tempat cucian mobil di wilayah Maguwoharjo, Depok, Sleman. Saat ini polisi masih mencari dua orang lainnya yang juga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menjelaskan bahwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat (27/10/2023) sekira jam 16.30 WIB. Saat itu pelaku yang merupakan warga Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur berniat mencuci mobil di tempat cucian mobil tersebut.
Namun ketika itu korban memberitahu kepada pelaku bahwa cucian mobil tersebut sudah tutup. Di situ kemudian terjadi perselisihan antara korban dan pelaku.
"Kalau hasil dari keterangan korban saat itu posisi [cucian mobil] korban sudah tutup. Tutup jam 4, pelaku datang 4.30. Korban datang menjelaskan car wash sudah tutup lalu cekcok di situ," kata Adrian saat rilis kasus di Mapolresta Sleman, Rabu (8/11/2023).
"Namun ada sedikit miskomunikasi antara yang bersangkutan dengan petugas mencuci [korban] sehingga pelaku melakukan tindakan berupa pukulan dan tendangan," sambungnya.
Dipastikan Adrian, pelaku saat melakukan penganiayaan dalam kondisi sadar atau tidak terpengaruh minum keras maupun narkoba. Tak lama setelah pelaku melakukan penganiayaan, yang bersangkutan menelpon diduga sejumlah temannya.
Sekitar 10 menit kemudian datang dua orang yang menggunakan mobil pick up yang diduga teman pelaku ke lokasi kejadian. Mereka langsung ikut memukuli korban saat itu.
"Jadi benar hasil pemeriksaan para saksi, ada pelaku lain yang melakukan penganiayaan, kita tetap melakukan penyelidikan, penyidikan dan pencarian. Total ada tiga pelaku," ungkapnya.
Adrian menyatakan saat ini dua orang diduga teman pelaku yang ikut melakukan penganiayaan itu masih buron. Pihaknya mengaku sudah mengantongi ciri-ciri dua orang pelaku tersebut.
Baca Juga: Pengamat Sepak Bola Sorot Panpel Persib dan Persija karena Larang Bendera Palestina
"Pelaku lain datang berbeda, ada jeda waktu, diduga temannya. Itu yang masih kita lakukan penyelidikan. Identitas belum tahu. Karena tersangka belum memberikan informasi terkait identitas dua orang tersebut. Kami harapkan dua pelaku lainnya untuk menyerahkan diri, kalau tidak akan kami lakukan pencarian," tegasnya.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun 8 bulan kurungan penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri