- Anggaran pendidikan BGN 2026 terpusat Rp223,55 triliun; TKD turun signifikan walau digugat.
- LLDIKTI DIY menjamin beasiswa mahasiswa kurang mampu tetap aman meskipun terdapat perubahan alokasi anggaran.
- PJJ dan alternatif pendidikan dipertimbangkan sebagai solusi mengatasi biaya tinggi serta meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi.
SuaraJogja.id - Pemerintah melakukan sentralisasi fiskal untuk anggaran pendidikan pada 2026. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 118/2025 tentang Rincian APBN 2026, postur anggaran pendidikan untuk Badan Gizi National (BGN) mencapai Rp223,55 triliun pada 2026, naik dibandingkan 2025 lalu sebesar Rp56,8 triliun.
Alokasi pendidikan melalui Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 ini pun akhirnya turun jadi Rp264,62 triliun dari alokasi 2025 yang mencapai Rp347,09 triliun. Kebijakan ini pun digugat guru dan dosen ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena bisa dikhawatirkan bisa mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk di tingkat perguruan tinggi (PT).
Meski ada pemotongan anggaran pendidikan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY memastikan komitmen terhadap beasiswa mahasiswa, khususnya bagi kalangan kurang mampu, tidak akan dipotong. Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah V DIY, Tego Sudarto mengungkapkan porsi anggaran pendidikan secara prinsip tetap mengacu pada amanat undang-undang sebesar 20 persen dari APBN. Ia juga memastikan program beasiswa tetap menjadi prioritas.
“Untuk beasiswa mahasiswa tetap aman. Komitmen pemerintah jelas, terutama untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Itu tidak dipotong," ungkapnya di Yogyakarta, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, jika pun ada penyesuaian, biasanya menyasar belanja operasional, bukan bantuan langsung kepada mahasiswa. Distribusi beasiswa, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pun tetap berjalan berbasis kriteria.
Namun perguruan tinggi penerima KIP Kuliah harus memenuhi indikator seperti akreditasi dan komitmen peningkatan mutu.Tidak semua pengajuan otomatis disetujui.
"Proses seleksi dilakukan dengan instrumen yang terukur agar bantuan tepat sasaran," paparnya.
Tego menyebut, pada 2025 lalu, mahasiswa baru penerima KIP Kuliah di DIY cukup besar yang mencapai 2.743 orang. Beasiswa itu dibagikan pada mahasiswa di 86 PTS di DIY.
"Diharapkan tahun ini paling tidak sama jumlah beasiswanya," tandasnya.
Tego menambahkan, kekhawatiran perguruan tinggi, terutama swasta sangat beralasan ditengah ekspansi masif Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Masalah itu perlu dicarikan solusi melalui alternatif pendidikan lain seperti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bisa meningkatkan akses pendidikan maupun menurunkan biaya pendidikan.
"Kehadiran kampus-kampus baru dan model pendidikan alternatif sangat strategis untuk mendongkrak partisipasi pendidikan tinggi," ujarnya.
Sementara Rektor Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu), Bambang Riyanta yang baru saja dilantik mengungkapkan SiberMu menjadi pionir PJJ yang adaptif terhadap disrupsi Artificial Intelligence (AI).
Selain itu jadi alternatif ditengah tingginya biaya pendidikan tinggi. Dengan metode PJJ, akses pendidikan juga semakin luas, termasuk jutaan pekerja migran Indonesia.
"Kita membuktikan PJJ itu tidak sulit lulus di tengah tantangan teknologi yang semakin kompleks," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Polisi Sebut Kasus Tewasnya Pelajar di Kawasan Kridosono Bukan Klitih, Tapi Perselisihan Antar Geng?
-
Update Kasus Daycare Little Aresha, Polresta Jogja Siapkan Pelimpahan 13 Tersangka ke Kejaksaan
-
Dinilai Terlalu Berbelit, Trah Sri Sultan HB II Ajukan Uji Materi UU Nomor 20 Tahun 2009 ke MK
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri