SuaraJogja.id - Kabid Pendidik Tenaga Kependidikan Data dan Sistem Informasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Mannarima memastikan 39 siswa yang tak lolos PPDB jalur afirmasi disabilitas tetap bisa bersekolah di swasta. Tak hanya itu mereka pun dapat menerima beasiswa selama sekolah.
"Nah 39 anak ini sebenarnya dia sekolah di swasta pun enggak papa. Pemerintah Kota Jogja sudah menyiapkan beasiswa kan," kata Mannarima, saat dihubungi, Selasa (9/7/2024).
Diketahui Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan jaminan pendidikan daerah (JPD) bagi peserta didik yang tidak lolos PPDB SMP Negeri jalur afirmasi disabilitas. Kebijakan ini sebagai bentuk untuk memastikan agar penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan sekolah inklusi.
Mannarima menuturkan sejauh ini sudah ada sembilan anak dari 39 orang tadi yang datang ke Unit Pelaksana Teknis Layanan Disabilitas (ULD) untuk mengurus sekolah swasta. Di UPT ULD, nantinya para siswa akan diarahakn untuk memilih sekolah swasta yang tersedia.
Baca Juga: Puluhan Siswa Difabel Terancam Gagal Masuk Sekolah Negeri di Jogja, ORI Turun Tangan
"Jika sudah masuk sekolah swasta itu, akan diberikan jaminan pendidikan yang Rp4 juta itu," ujarnya.
Tak hanya JPD saja yang akan diberikan oleh Pemkot Jogja. Nantinya, kata Mannarima, bagi siswa miskin pihaknya akan menginstruksikan ke sekolah yang dipilih untuk tidak membebani dengan pungutan lain.
"Nah 39 anak ini, jika dia miskin atau dalam hal ini miskin itu identitasnya KMS, maka kita akan menginstruksikan ke sekolah agar nanti yang 39 ini jika dia KMS harus tidak boleh dipungut lagi. Pokoknya hanya itu saja," tandasnya.
Mannarima bilang berbagai solusi itu telah dipersiapkan sejak awal oleh Pemkot Jogja. Tidak terkecuali para peserta didik yang memang masuk jalur kartu menuju sejahtera (KMS).
"Seperti halnya yang KMS ini ya, KMS itu 60 persen yang diterima, masih ada sekitar 40 persen, sekitar 200an sekian orang yang tidak diterima oleh sekolah negeri, yang KMS miskin itu, itu juga dijamin pendidikannya dan di sekolah swasta," ungkapnya.
Baca Juga: Miris! Terganjal Sistem PPDB, Siswa Difabel di Jogja Terpaksa Masuk Sekolah Swasta
Sebelumnya, Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel Indonesia (Sigab) mengungkap ada 39 calon peserta didik yang tidak diterima di SMP negeri Kota Jogja melalui jalur afirmasi. Perubahan aturan PPDB tahun ini menjadi salah satu kendala tersendiri.
Berita Terkait
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Cari Program Beasiswa untuk Wanita Di Bidang STEM? Ini Daftar Lengkapnya!
-
7 Kampung Ngabuburit Populer di Jogja yang Harus Kamu Datangi di Akhir Pekan Ramadan
-
Terbaru! Daftar Harga Tiket Bus Jakarta-Jogja Lebaran 2025 Mulai Rp180 Ribuan
-
Dituduh Sastra Silalahi Kalah Judi Bola, Sosok Franky Kessek Bukan Fans Timnas Sembarangan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah