SuaraJogja.id - Penyair Joko Pinurbo tutup usia pada Sabtu (27/4/2024) pagi di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Informasi sementara yang diterima dari pihak keluarga, Jokpin sempat mengalami keluhan pada paru-paru.
Hal ini diungkapkan oleh Putri dari almarhum Joko Pinurbo, Maria Azalea Anggraeni. Bahkan sang ayah sudah sempat dibawa ke rumah sakit pada Kamis (25/4/2024) kemarin.
"Keluhannya di paru paru," kata Maria, ditemui di PUKY Sonosewu, Bantul, Sabtu pagi.
"Kalau masuk rumah sakitnya sih udah dari Kamis, Kamis siang," imbuhnya.
Berdasarkan pantauan SuaraJogja.id di lokasi, jenazah baru tiba di PUKY Sonosewu pukul 09.45 WIB. Jenazah kemudian langsung dimandikan oleh pihak keluarga.
Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin itu meninggalkan istri Nurnaeni Amperawati Firmina dan dua anak yakni Paskasius Wahyu Wibisono dan Maria Azalea Anggraeni. Serta menantu Alexander Gilang Samudra Rajasa dan dua cucu.
Berdasarkan informasi yang beredar jenazah akan dimakamkan pada Minggu (28/4/2024) besok di Pemakaman Demangan Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Rencananya akan berangkat dari PUKY pukul 10.00 WIB.
Hanya sejumlah keluarga dan sanak saudara yang sudah hadir untuk mempersiapkan misa yang rencananya dilaksanakan pada sore nanti.
Sebagai informasi, Joko Pinurbo yang juga dikenal dengan nama Jokpin merupakan penyair ternama di Indonesia.
Baca Juga: Penyair Joko Pinurbo Disemayamkan di Bantul
Joko Pinurbo sendiri adalah sastrawan yang lahir pada 11 Mei 1962 di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam kariernya, Joko Pinurbo lama tinggal di Jogja.
Sastrawan yang cukup terkenal dengan ikon-ikon di Jogja ini menciptakan sejumlah puisi indah, di antaranya, Celana (Magelang: Indonesia Tera, 1999; Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018), Pacar Senja (Jakarta: Grasindo, 2005), Surat Kopi (Motion Publisihing, 2014; Jakarta: Grasindo, 2019), Baju Bulan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2013), Bulu Matamu: Padang Ilalang (Motion Publisihing, 2014; Yogyakarta: Diva Press, 2019) dan masih banyak lainnya.
Joko Pinurbo juga menelurkan sejumlah esai seperti Bermain Kata, Beribadah Puisi (Yogyakarta: Diva Press, 2019) dan juga Berguru kepada Puisi (Yogyakarta: Diva Press, 2019).
Atas pencapaiannya, Jokpin telah memperoleh berbagai penghargaan: Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001), Sih Award (2001), Hadiah Sastra Lontar (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001, 2012), Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2002, 2014), Kusala Sastra Khatulistiwa (2005, 2015), dan South East Asian (SEA) Write Award (2014).
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Tambah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Indeks Saham Berbasis ESG
-
BRI Berikan Privilege Nonton Eksklusif Buy 1 Get 2 Ticket di The Premiere Cinema XXI
-
BRI x Prodia: Pilihan Layanan Kesehatan Eksklusif untuk Nasabah BRI Prioritas serta BRI Private
-
161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya
-
Miris 117 Kampus Muhammadiyah Tanpa Profesor, Forum PTMA Siapkan Penataan Besar