- Pelajar SMK berinisial SW tewas akibat lemparan batu salah sasaran oleh pelaku RPF dan DIYK di Seyegan.
- Insiden bermula saat pelaku menerima tantangan telepon dan melempar batu ke arah korban pada 25 Maret 2026.
- Polsek Seyegan telah mengamankan kedua pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku dengan ancaman tujuh tahun.
SuaraJogja.id - Seorang pelajar SMK di Kabupaten Sleman berinisial SW (19) tewas usai menjadi korban salah sasaran pelemparan batu di Seyegan. Dua pelaku berinisial RPF (17) dan DIYK (20) telah diamankan akibat peristiwa nahas ini.
Kapolsek Seyegan AKP Pujiono mengatakan bahwa insiden berdarah bermula dari sebuah panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang diterima para pelaku pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.
Panggilan tersebut berisi tantangan serta ajakan untuk bertemu di Jalan Seyegan-Godean. Merasa tertantang, rombonga pelaku berangkat menuju lokasi Jalan Godean-Seyegan.
"Pada saat perjalanan pelaku berhenti di dekat proyek tol dan mengambil sebuah batu dengan alasan untuk berjaga-jaga," kata Pujiono, Rabu (8/4/2026).
Saat melintasi wilayah Klangkapan, Seyegan rombongan pelaku melihat korban berada di pinggir jalan. Secara tiba-tiba pelaku RPF lantas melepar batu ke arah korban.
"Kemudian korban terkena lemparan batu di bagian pelipis kiri atau kepala bagian kiri hingga korban jatuh tergeletak," ujarnya.
Korban sempat mendapat perawatan beberapa hari di rumah sakit. Namun nahas nyawanya tak terselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (29/3/2026) sekira pukul 20.00 WIB.
Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Seyegan, Ipda Haris Yulianto bahwa korban yang diduga berada di lokasi untuk menunggu janji temu klarifikasi masalah antar kelompok.
Meski berada di lokasi yang sama dengan pihak yang menantang pelaku, polisi menyebutkan bahwa antara korban dan pelaku sebenarnya belum saling mengenal.
Baca Juga: Pledoi Sri Purnomo: Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Persekongkolan dan Keuntungan Pribadi
"Posisi korban juga niatnya memang mau menunggu karena memang waktu itu ada janjian untuk klarifikasi suatu permasalahan, tetapi ternyata malah berujung pelemparan. Mereka tidak saling kenal," ujar Haris.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, SW diduga menjadi korban salah sasaran pelemparan baru.
"Sementara keterangan demikian (korban salah sasaran)," imbuhnya.
Kini, kedua pelaku telah berhasil diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Seyegan pada Sabtu (28/3/2026).
RPF yang masih di bawah umur dititipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY. Sementara joki motor berinisial DIYK ditahan di Rutan Polresta Sleman.
Sejumlah barang bukti seperti motor Yamaha NMAX tahun 2024 dan batu telah disita petugas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar