- Empat anak berkewarganegaraan ganda resmi menjadi WNI melalui pengambilan sumpah di Kanwil Kemenkumham DIY pada Selasa, 7 April 2026.
- Proses pewarganegaraan ini mengacu pada Pasal 3A Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022 guna memudahkan status kewarganegaraan anak tersebut.
- Verifikasi permohonan melibatkan BIN dan Kemensetneg untuk menjamin akuntabilitas serta keamanan nasional dalam pemberian status WNI bagi keempat individu.
SuaraJogja.id - Sebanyak empat Anak Berkewarganegaraan Ganda (ABG) resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) usai menjalani pengambilan sumpah dan janji setia di Kantor Wilayah Kementerian Hukum DIY, Selasa (7/4/2026).
Keempat individu tersebut adalah Roger Bima Adiagsa Brunner, Yasmine Nirmala Dewi Foraloss dan Leilani Hermiasih atau musisi yang akrab disapa Frau dan adiknya Mayumi Hersasanti.
Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto menyatakan bahwa dengan selesainya prosesi sumpah tersebut, mereka kini sah menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
"Dengan diambilnya sumpah dan janji setia ini, kami mengingatkan saudara akan tanggung jawab sebagai warga negara, berpartisipasi aktif dalam kehidupan publik, berkomitmen, dan konstruktif, dengan fokus untuk menciptakan kebaikan bersama," kata Agung melalui keterangan tertulisnya.
Disampaikan Agung, proses pewarganegaraan keempat ABG ini didasarkan pada kebijakan Pasal 3A Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022 yang memudahkan anak berkewarganegaraan ganda untuk memiliki kewarganegaraan Indonesia.
Verifikasi permohonan pewarganegaraan ini melibatkan instansi terkait, seperti Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Sekretariat Negara.
Agung menjelaskan bahwa pelibatan kedua instansi tersebut dalam proses pewarganegaraan ini adalah untuk menjamin proses verifikasi dilakukan secara akuntabel dan berintegritas.
Pelibatan BIN dinilai krusial untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi ancaman keamanan nasional. Sementara itu, Kementerian Sekretariat Negara berperan dalam memberikan analisis teknis serta menyiapkan Rancangan Keputusan Presiden terkait pemberian kewarganegaraan tersebut.
"Dengan diambilnya sumpah dan janji setia pada hari ini, Saudara telah resmi menjadi bagian dari bangsa Indonesia," tutur Agung.
Baca Juga: Tanpa Bukti Aliran Dana ke Terdakwa, JCW Pertanyakan Konstruksi Perkara Sri Purnomo
Sementara itu, salah satu ABG yang diambil sumpah dan janji setia pewarganegaraan Republik Indonesia di DIY hari ini, Leilani atau Frau, bercerita alasannya memilih kewarganegaraan Indonesia.
Leilani melihat kecintaan sang ibu yang berkewargenegaraan Amerika Serikat terhadap musik dan kebudayaan Jawa, yang ditularkan kepada anak-anaknya.
"Kami sangat senang sekali bisa sampai pada hari ini, karena ibu kami, yang sudah sejak tahun 1980 tinggal di Indonesia dan begitu cinta budaya Jawa dan musiknya dan budayanya dan segalanya, dan itu dia tularkan kepada kami, anak-anaknya juga," ujar Leilani.
"Sehingga kami pun sejak lahir hingga saat ini merasa kerasan dan merasakan keindahan keluarga dan budaya di Jogja, khususnya," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga