- BPBD Kota Yogyakarta mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem berupa angin kencang, pohon tumbang, serta potensi banjir awal April 2026.
- Tim Reaksi Cepat BPBD bersiaga penuh selama 24 jam guna merespons berbagai laporan darurat bencana di wilayah kota.
- Pihak BPBD memperkuat koordinasi lintas sektor serta sistem peringatan dini untuk memantau kondisi sungai dan meminimalkan risiko bencana.
SuaraJogja.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta meminta seluruh pihak lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem yang makin tak menentu. Angin kencang hingga pohon tumbang masih menjadi ancaman.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK & DIKK) BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto menuturkan perubahan cuaca yang signifikan berlangsung di Kota Yogyakarta beberapa minggu terakhir.
Mulai dari panas terik hingga hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini menimbulkan sejumlah dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Beberapa di antaranya adalah angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan atap rumah, terutama saat hujan deras datang secara tiba-tiba setelah cuaca panas," kata Darmanto, Selasa (7/4/2026).
Di sisi lain, Darmanto bilang kesiapsiagaan personel dan Tim Reaksi Cepat (TRC) turut diaktifkan selama 24 jam. Hal ini guna merespons secara cepat berbagai kejadian darurat seperti pohon tumbang maupun genangan air.
"Sudah tercatat diawal bulan April 2026 ini jumlah pohon tumbang sebanyak empat pohon," ujarnya.
Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat juga berpotensi menimbulkan genangan air hingga banjir lokal, khususnya di wilayah dengan sistem drainase terbatas. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta lebih waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak.
Ia mengingatkan adanya potensi longsor skala kecil, seperti talud ambrol atau tebing sungai yang labil akibat kondisi tanah jenuh air setelah hujan berulang.
"Tidak kalah penting, risiko petir dan cuaca ekstrem lainnya juga dapat membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan," ungkapnya.
Baca Juga: Kota Jogja Siap Contek Strategi Lombok dan Dorong Penambahan Direct Flight Internasional
Pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara real-time terus dilakukan. Terkhusus di Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong sebagai bagian dari sistem peringatan dini.
Pihaknya pun menyampaikan, bahwa hingga saat ini kondisi permukaan air sungai di wilayah Kota Yogyakarta masih relatif stabil.
"Terpantau melalui telemetri Pusdalops BPBD Kota, kondisi permukaan air di Sungai Gajahwong, Code, dan Winongo tidak mengalami penurunan maupun kenaikan yang signifikan," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV), kondisi kebersihan sungai masih terjaga dengan baik. Tidak ditemukan adanya sampah yang berserakan di aliran sungai.
BPBD pun terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk BMKG, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), serta pemerintah wilayah seperti kemantren dan kelurahan.
Tak hanya itu, optimalisasi sistem peringatan dini (early warning system) bakal diperkuat. Agar masyarakat dapat melakukan evakuasi mandiri dengan cepat apabila terjadi peningkatan debit air sungai secara tiba-tiba.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga