- Hujan lebat dan angin kencang melanda Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026), memicu kerusakan fasilitas umum dan rumah warga.
- Dampak terparah tercatat di Kapanewon Kalasan, berupa belasan atap rusak serta banyak pohon tumbang menutup akses jalan.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman bersama berbagai pihak telah melakukan evakuasi dampak cuaca ekstrem tersebut.
SuaraJogja.id - Hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman pada Rabu (4/3/2026) kemarin.
Cuaca ekstrem ini mengakibatkan puluhan pohon tumbang, kerusakan sejumlah rumah warga hingga fasilitas umum di beberapa titik.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Sleman, peringatan dini cuaca sudah dimulai pada pukul 12.20 WIB siang kemarin. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang terpantau merata di wilayah Minggir, Seyegan, Mlati, Depok, Kalasan, hingga Turi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menuturkan bahwa dampak paling parah terjadi di wilayah Kapanewon Kalasan. Tercatat di sana belasan rumah mengalami kerusakan pada bagian atap.
"Di Senden 2, Selomartani, Kalasan, hujan disertai angin sehingga mengakibatkan genteng (beberapa rumah warga) berterbaran," kata Bambang, Kamis (5/3/2026).
Di Kapanewon Kalasan, selain kerusakan atap, tercatat banyak pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa bangunan. Salah satunya terjadi di Kembangan Cageran, Tamanmartani, yang mengakibatkan akses jalan kampung sempat tertutup.
Selain menutup jalan, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa rumah tinggal dan instalasi listrik di beberapa titik di Tamanmartani. Bambang menyebutkan bahwa tim di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan evakuasi.
Dampak angin kencang turut dirasakan di Kapanewon Ngemplak, Depok, dan Ngaglik.
"Jongkang RT 01 RW 35, Sariharjo, Ngaglik: hujan disertai angin sehingga menyebabkan pohon klengkeng menimpa bebrapa motor parkir," ucapnya
Baca Juga: Aveta Hotel Malioboro Mengadakan Buka Bersama Anak-anak Panti Asuhan Mustika Tama
Sementara di Depok, patahan pohon ketapang sempat memutus jaringan internet warga.
Tidak hanya angin kencang, curah hujan yang tinggi juga memicu kejadian tanah longsor di Kapanewon Gamping. Sebuah pondasi jalan di kawasan perumahan dilaporkan mengalami keretakan yang cukup signifikan.
Hingga Rabu malam, BPBD Sleman bersama relawan, TNI, Polri, dan warga setempat telah berhasil menyelesaikan sebagian besar proses evakuasi dampak kejadian cuaca ekstrem itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sleman Dikepung Pohon Tumbang dan Kerusakan Rumah Akibat Angin Kencang
-
10 Pemain Tak Masalah, PSIM Yogyakarta Tak Tertembus Semen Padang
-
Disebut Zalim dan Salah Kamar: Pakar Hukum Sindir Jaksa Perlu Kuliah Lagi dalam Perkara Sri Purnomo
-
Pakar Hukum UI Sebut Kasus Dana Hibah Pariwisata Tidak Bisa Jerat Sri Purnomo, Ini Penjelasannya
-
Gamis Bini Orang dan Sultan Laris Manis Jelang Lebaran, Penjualan di Jogja Naik hingga 70 Persen