- Pemerintah Daerah DIY menyerahkan becak listrik kepada pengemudi untuk menggantikan 50 bentor yang dimusnahkan di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
- Program konversi ini bertujuan menata kawasan Malioboro menjadi zona rendah emisi yang bebas dari kendaraan bermotor bermesin.
- Dinas Perhubungan menargetkan penghapusan operasional bentor secara total di seluruh kawasan Malioboro pada akhir November 2026 mendatang.
SuaraJogja.id - Suasana haru menyelimuti penyerahan becak listrik sebagai ganti becak motor (bentor) kepada para pengemudi becak di Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Sejumlah pengemudi tampak tak kuasa menahan emosi saat menyaksikan 50 bentor yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan mereka mulai dimusnahkan dan digantikan becak listrik yang rendah emisi.
Bagi sebagian pengemudi, bentor bukan sekadar alat transportasi. Meski tak ramah lingkungan dan seringkali dianggap ilegal, kendaraan hasil modifikasi dari becak kayuh yang dipadukan dengan mesin sepeda motor itu telah menemani mereka mencari nafkah selama bertahun-tahun di jalanan Kota Yogyakarta.
Salah satunya Wasiyatno. Pria yang telah mengoperasikan bentor selama sekitar 10 tahun itu mengaku pernah mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk memasang mesin pada becaknya.
"Dulunya ini becak kayu, terus ada rezeki saya pasangi mesin. Waktu itu hampir Rp5 juta untuk beli mesinnya," jelasnya.
Namun kini kendaraan yang selama satu dekade membantunya mengangkut wisatawan dan warga harus ditinggalkan. Bentor yang diserahkan dalam program konversi dimusnahkan dan digantikan dengan becak listrik.
Meski berat, Wasiyatno menerima perubahan tersebut. Menurutnya, perkembangan zaman memang menuntut adanya penyesuaian.
"Kalau sudah ada yang baru, kenapa harus pakai yang lama," ujarnya.
Ia menilai becak listrik menawarkan biaya operasional yang lebih murah karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak. Namun di balik optimisme itu, terselip kekhawatiran mengenai perawatan kendaraan listrik yang dinilai masih belum banyak dikuasai para mekanik.
Baca Juga: Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
Meski demikian, ia berharap program serupa terus berlanjut. Dengan demikian akan semakin banyak pengemudi becak yang dapat menikmati armada baru yang lebih ramah lingkungan.
"Kalau bentor kan hampir semua mekanik bisa memperbaiki. Kalau listrik belum tentu semua menguasai," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan (dishub) DIY Chrestina Erni Setyowati menjelaskan, bentor yang ditarik dari pengemudi dimusnahkan sebagai bagian dari program penataan transportasi di kawasan Malioboro. Tidak ada kompensasi uang tunai bagi pemilik bentor. namun bagian rangka dan komponen kendaraan yang masih memiliki nilai ekonomi akan dikelola oleh koperasi pengemudi becak.
"Bentor yang dihancurkan ini kan rangkanya masih bisa dijual. Nanti dari koperasi becak sendiri yang akan menguangkan itu," paparnya.
Langkah tersebut, lanjutnya menjadi bagian dari transisi menuju kawasan Malioboro yang bebas kendaraan bermotor. Pemda DIY siap menghapus keberadaan bentor di kawasan Malioboro hingga akhir November 2026 mendatang.
"Target yang terdekat adalah di akhir November nanti tidak ada bentor di Malioboro. Yang boleh melintas hanya becak kayu dan becak listrik," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
-
Dugaan Praktik Penahanan Ijazah Siswa Kembali Muncul, SMAN 2 Jogja Bantah, Inspektorat Investigasi
-
Kadin Sleman Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Diyakini Bangkitkan Mesin Ekonomi Sleman
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib
-
Purna Tugas sebagai Rektor UII, Fathul Wahid Ditetapkan sebagai Rektor Rakyat