SuaraJogja.id - Teka-teki rekomendasi bakal calon bupati yang akan diusung oleh PDI Perjuangan Sleman nampaknya akan segera terkuak. Diketahui hingga sekarang DPC PDI Perjuangan Sleman belum membeberkan sosok yang akan diusungnya dalam Pilkada 2024 mendatang.
Namun nampaknya duet partai berlambang banteng moncong putih itu tak akan mengulang untuk mengusung calon yang sama seperti 2019 silam. Saat itu ada nama Bupati Petahan, Kustini Sri Purnomo yang diboyong oleh PDI Perjuangan.
Kekinian santer beredar kabar bahwa PDI Perjuangan memutuskan untuk merapat ke Koalisi Sleman Bersatu (KSB). Dengan mengusung Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupatinya.
Informasi ini kemudian disampaikan oleh Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi. Bahkan tak hanya berkoalisi, PDI Perjuangan juga membawa nama Danang Maharsa sebagai bakal calon wakil bupati sebagai pendamping Harda.
"Ya benar [PDI Perjuangan merapat ke Koalisi Sleman Bersatu]," kata Janu dikonfirmasi SuaraJogja.id, Kamis (1/8/2024).
Terkait dengan nama Danang Maharsa sebagai bakal calon wakil bupati, Janu bilang KSB masih akan melakukan koordinasi terlebih dulu.
"Ya masih akan digodog lagi [bakal calon wakil bupati]," ucapnya.
Diketahui mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya telah resmi diusung oleh lima partai politik yang bergabung dalam Koalisi Sleman Bersatu (KSB) untuk maju sebagai calon Bupati Sleman pada Pilkada 2024. Lima parpol itu adalah Golkar, Gerindra, PKS, PPP dan NasDem.
Merapatnya PDI Perjuangan ke KSB tentu akan menambah kekuatan koalisi tersebut dalam Pilkada 2024 nanti. Setidaknya sudah ada total 37 kursi di KSB untuk mengarungi kontestasi mendatang, termasuk dari PKS yang masih berada dalam dua kali.
Baca Juga: Rekomendasi Resmi Dikantongi, Sutrisna-Sumanto: Siap Bangun Koalisi Kuat di Gunungkidul
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda, masih enggan membeberkan langkah partainya terkait Pilkada 2024. Dia menyatakan bahwa pengumuman terkait hal itu akan dilaksanakan sebenar lagi.
"Tanggal 3 [Agustus] rekan media kita undang. Kita sampaikan Surat DPP Partai melalui DPD Partai," kata Ganda.
Ditanya mengenai bentuk surat dari DPP itu apakah surat tugas atau rekomendasi, Ganda juga masih bungkam.
"Nanti kita bacakan saat diundang. Kan baru diberikan DPD ke DPC tanggal 3 [Agustus]," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta