Pembukaan pameran ini diresmikan oleh Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Bekto Suprapto, yang menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya seni dalam membangun karakter dan nilai kemanusiaan.
"Lewat lukisan kita bisa memotret imajinasi, emosi kita keluarkan semua. Seni memiliki peran strategis dalam memperkaya jiwa, memperhalus budi, mempersembahkan keindahan alam, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan," ujar Bekto.
Pamerin ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan menyuguhkan karya dari berbagai aliran dan gaya yang berbeda.
Kehadiran lintas disiplin dan dukungan publik luas menunjukkan bahwa seni tetap relevan sebagai ruang pertemuan gagasan, emosi, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Sehingga apapun latar belakang yang dibawa menjadi sebuah seni yang hidup dari perspektif seniman itu sendiri.
Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi ruang temu antara seniman, kolektor, serta masyarakat luas yang mencintai dunia seni rupa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja