- Polda DIY mengungkap 14 kasus curas dan mengamankan 17 tersangka selama Operasi Curas Progo 2025 (3-16 November 2025).
- Modus kejahatan yang ditemukan beragam, termasuk penjambretan, ancaman senjata tajam, hingga menargetkan anak-anak.
- Sebagian besar aksi kejahatan dilakukan antara pukul 00.00 hingga 06.00 subuh, memanfaatkan situasi sepi warga.
SuaraJogja.id - Jajaran Polda DIY berhasil mengungkap 14 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukumnya. Total ada 17 tersangka yang diamankan dalam kasus ini.
Pengungkapan ini berlangsung saat Operasi Curas Progo 2025 selama 14 hari, mulai 3 hingga 16 November 2025 kemarin.
Wakil Direktur Reskrimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko menuturkan bahwa pola tindak kejahatan yang ditemukan hampir serupa dengan beberapa waktu sebelum-sebelumnya.
Dalam operasi tersebut ditemukan berbagai modus mulai dari penjambretan hingga pencurian dengan ancaman senjata tajam.
Aksi itu antara lain menyasar pengendara sepeda motor yang sedang membawa tas, orang yang memakai perhiasan, hingga rumah dan toko yang dibobol oleh para pelaku.
Modus yang menarget anak-anak pun, kata Tri, turut ditemukan dalam operasi ini. Pelaku cenderung memilih korban yang memakai perhiasan mencolok dan memanfaatkan situasi ketika anak bermain tanpa pengawasan penuh.
"Ada juga modus korban ini anak-anak di bawah umur menggunakan perhiasan kalung. Kemudian pelaku melihat kalung yang dikenakan oleh korban," kata Tri saat rilis kasus di Mapolda DIY, Kamis (4/11/2025).
Disampaikan Tri, polisi mendapati kasus saat pelaku menggunakan senjata mainan untuk mengancam pegawai toko. Barang-barang seperti tas, dompet, ponsel, hingga sepeda motor menjadi sasaran yang dibawa kabur.
"Termasuk juga ada salah satu modus ya, yang mana pelaku ini mendatangi toko. Kemudian mengancam pegawai yang ada di toko tersebut menggunakan senjata mainan," ujarnya.
Baca Juga: Buruan Sikat! Trik Jitu Klaim Saldo DANA Kaget Rp99 Ribu dari 4 Link Rahasia Hari Ini!
"Ini beberapa contoh-contoh modus ya, kurang lebih hampir sama. Belum ada modus-modus baru yang mungkin unik dan lain sebagainya," imbuhnya.
Tri menambahkan bahwa sebagian besar kejahatan itu dilakukan pada waktu subuh. Pelaku memanfaatkan situasi sepi dan rendahnya kewaspadaan warga di rentang pukul 00.00 hingga 06.00.
"Waktunya memang bervariasi. Namun lebih banyak dilakukan pada pagi subuh, pagi subuh hari. Ya antara pukul 00.00 sampai pukul 06.00," ungkapnya.
Lokasi kejadian pun bervariasi, mulai dari jalan raya, halaman rumah, hingga toko dan permukiman. Pola sebaran ini menunjukkan bahwa pelaku menyesuaikan aksinya dengan kondisi lingkungan yang dianggap mudah dieksploitasi.
Dalam Operasi Curas Progo 2025 ini ada 41 barang bukti disita dari berbagai wilayah Polda DIY. Mulai dari senjata mainan, sejumlah ponsel hingga sepeda motor.
Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menuturkan bahwa dari hasil analisa ada beberapa faktor yang memengaruhi kerawanan curas di DIY.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh