Objek wisata pantai selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipadati wisatawan. [ANTARA/Hery Sidik]
Baca 10 detik
- Dinas Pariwisata Bantul mencatat 38.650 wisatawan berkunjung selama Natal 2025, menurun drastis dari 64.422 wisatawan tahun sebelumnya.
- Penurunan kunjungan wisatawan ini diprediksi berdampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah sektor pariwisata Bantul.
- Dinas Pariwisata Bantul mengantisipasi penurunan karena cuaca ekstrem, menggarisbawahi kerentanan wisata alam mereka.
Pengembangan wisata indoor, event budaya yang tidak terpengaruh cuaca, atau promosi destinasi yang lebih tahan banting terhadap kondisi alam bisa menjadi solusi.
Tanpa inovasi dan adaptasi, Bantul mungkin akan terus menghadapi fluktuasi kunjungan wisatawan yang signifikan, terutama di musim-musim rawan cuaca ekstrem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Permohonan Data Publik Menguat, KDI Tangani 41 Sengketa Informasi Pertanahan di DIY
-
Seminar Moderasi Beragama UNY, Generasi Z Sleman Belajar Toleransi di Era Digital
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Tragedi Daycare Little Aresha: Pemkot Yogya Kerahkan 94 Psikolog
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik